KETIKKABAR.com – Jagat media sosial dihebohkan oleh potongan video pendiri lembaga survei SMRC, Saiful Mujani, yang membahas upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Video tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.
Fahri mengingatkan bahwa seruan inkonstitusional di tengah kondisi global yang tidak menentu berpotensi memecah belah bangsa.
Ia menilai stabilitas nasional harus menjadi prioritas utama dibanding manuver politik yang memicu kegaduhan.
“Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu,” kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Mantan aktivis 98 itu juga meminta semua pihak tetap berada dalam koridor demokrasi konstitusional. Ia menilai ide-ide makar atau gerakan di luar jalur hukum sangat berbahaya bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
“Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya,” ujarnya.
Fahri menekankan pentingnya mencegah potensi tindakan inkonstitusional sejak dini demi menjaga stabilitas negara.
“Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apalagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot,” tuturnya.
Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun Instagram @leveenia yang menampilkan potongan ceramah Saiful Mujani.
Dalam video tersebut, ia menyebut prosedur formal seperti pemakzulan tidak akan efektif untuk menghadapi Presiden Prabowo.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dalam video tersebut.
Ia juga menyebut langkah menjatuhkan presiden sebagai opsi terakhir apabila masukan tidak lagi didengar.
“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.
Pernyataan tersebut langsung menuai tudingan makar. Menanggapi polemik yang berkembang, Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, memberikan klarifikasi.
“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman kepada Inilah.com, Sabtu (4/4/2026). []











