Nasional

Duka untuk Prajurit TNI, Massa Gelar Aksi di Depan Kedubes AS

KETIKKABAR.com – Gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon memicu aksi solidaritas di Jakarta. Aksi tersebut digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu pagi, 5 April 2026.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam aksi tersebut, termasuk anggota DPR RI Mardani Ali Sera. Massa menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI, yakni Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Selain itu, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.

Para peserta aksi menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan. Mereka mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas.

Lewat akun X miliknya, Mardani Ali Sera menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.

BACA JUGA:
Gaji Ke-13 Pensiunan Cair 2 Juni 2026: Tanpa Biaya dan Otomatis

“Pagi yang cerah bersama para pejuang kemerdekaan Palestina di depan Kedubes AS. Tiga prajurit terbaik kita gugur,” katanya.

Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB itu juga menjadi bentuk solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Massa mengajak publik untuk terus menyuarakan kepedulian dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Hukum zionis Israel yang kian rasis,” tegas Mardani yang merupakan Politikus Partai Keadilan Sejahtera.

Selama ini, Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu sekutu utama Israel dalam berbagai kebijakan politik dan militernya di Timur Tengah.

Dukungan tersebut, baik dalam bentuk diplomasi maupun bantuan pertahanan, kerap menuai kritik karena dinilai turut memperkuat tindakan agresif Israel.

BACA JUGA:
Lemhannas Tutup P3N XXVII, 85 Peserta TNI-Polri hingga Kementerian Jadi Alumni; Brigjen Pol. Ade Ary Jadi Lulusan Terbaik Akademik

Dalam aksi tersebut, massa juga menilai sikap Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari eskalasi konflik yang berdampak luas, termasuk terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Aksi berlangsung tertib dengan diwarnai doa bersama serta seruan kecaman terhadap agresi yang dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut. []

TERKAIT LAINNYA