Internasional

Amerika Serikat-Israel Gempur Iran, Bom Bunker SEBERAT 900 KG Hantam Isfahan

KETIKKABAR.com – Amerika Serikat dan Israel kembali menggempur Iran pada Selasa (31/3/2026) dini hari. Serangan tersebut menargetkan berbagai kota, termasuk Teheran hingga Isfahan.

AS-Israel meluncurkan serangan ke gudang senjata di Isfahan dengan bom penghancur bunker seberat 2.000 pound atau sekitar 907 kilogram, demikian dikutip Anadolu Agency.

Iran disebut telah memindahkan uranium yang diperkaya sekitar 450 kg ke ruang bawah tanah di Isfahan, kota yang tahun lalu juga menjadi sasaran AS dalam konflik sebelumnya.

“Sejumlah besar bom penghancur bunker atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan itu,” kata salah satu pejabat dalam laporan The Wall Street Journal, yang dikutip NDTV.

Laporan lain menyebut serangan itu memicu serangkaian ledakan sekunder dahsyat yang menimbulkan bola api besar dan gelombang kejut di seluruh area tersebut.

BACA JUGA:
Trump Ancam China Tarif 50 Persen Jika Pasok Senjata ke Iran

Bom penghancur bunker dirancang dengan selongsong baja keras yang memungkinkan menembus lapisan tanah dan beton sebelum meledak pada kedalaman tertentu.

Ahli amunisi dari lembaga think tank berbasis di AS, Foundation for Defence of Democracies, Ryan Brobst, menjelaskan keunggulan senjata tersebut.

“Sebenarnya, mereka sering kali punya muatan bahan peledak yang lebih kecil tetapi selubungnya yang memungkinkan menancap ke dalam tanah, seperti bor, dan kemudian menghancurkan target-target ini,” kata Brobst.

Beberapa bom bahkan dilengkapi teknologi canggih seperti High Throughput Satellite (HTSF) yang memungkinkan perangkat tersebut menghitung perubahan kepadatan material sebelum meledak.

Ada pula yang dilengkapi mikrofon untuk memicu ledakan saat mendeteksi suara tertentu di dalam target.

Bom jenis ini dinilai sangat berbahaya karena mampu mengatur waktu ledakan secara presisi untuk menghancurkan target yang tidak dapat dijangkau oleh bom konvensional lainnya.

BACA JUGA:
Iran Ancam Ratakan Seluruh Pelabuhan Teluk Jika Trump Berani Blokade Selat Hormuz

Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS akan menghancurkan pusat energi Iran jika negosiasi gagal, serta menolak membuka Selat Hormuz. []

TERKAIT LAINNYA