KETIKKABAR.com – Ledakan dahsyat mengguncang kilang minyak di Kota Port Arthur, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), Senin (23/3/2026) waktu setempat atau Selasa pagi WIB.
Api besar disertai asap hitam terlihat membumbung tinggi ke langit.
Pejabat setempat menyebut kuatnya ledakan membuat warga di sekitar lokasi memilih berlindung. Sejumlah warga juga melaporkan mendengar suara dentuman keras yang menyebabkan kaca jendela bergetar.
Wali Kota Port Arthur Charlotte M. Moses memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden yang terjadi di kilang milik Valero Energy tersebut.
“Memang ada ledakan, tapi kami baik-baik saja. Semua orang baik-baik saja. Mereka (petugas) sedang berusaha memadamkan api secepat mungkin,” kata Moses, seperti dikutip dari Associated Press.
Ia juga mengimbau warga di bagian barat Port Arthur untuk tetap berada di dalam rumah sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api.
Ledakan ini terjadi di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu ketidakpastian pasokan minyak global akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui dan penyelidikan terus dilakukan.
Insiden ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran.
Sebagai informasi, kilang Valero di Port Arthur memiliki sekitar 770 karyawan dengan kapasitas pengolahan mencapai 435.000 barel minyak per hari.
Kilang ini berfungsi memurnikan minyak mentah berat menjadi berbagai produk seperti bensin, solar, dan bahan bakar pesawat. []










