KETIKKABAR.com – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memperkuat kolaborasi akademik dan kepolisian melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Jawa Tengah dan Unsoed sekaligus peresmian Pusat Studi Kepolisian di kampus Unsoed, Purwokerto.
Rektor Unsoed menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polri dan menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kolaborasi tersebut.
“Pusat Studi Kepolisian ini kami harapkan menjadi wadah sinergi antara kepakaran akademik dan tugas-tugas kepolisian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat,” ujar Rektor Unsoed.
Sebagai tindak lanjut kerja sama itu, Unsoed mendedikasikan kepakaran para guru besarnya untuk berkolaborasi langsung dengan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di lapangan.
Prof. Farid, ahli pemuliaan tanaman, akan menjadi rujukan dalam konsultasi persoalan pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
Prof. Norman, ahli perikanan, akan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor perikanan dan pesisir.
Selain itu, Prof. Kuat, ahli hukum sekaligus Wakil Rektor Bidang SDM, serta Hantoko, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dari FISIP, akan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan strategis serta penguatan sumber daya manusia berbasis penelitian hukum dan sosial.
Rektor menambahkan kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.
Dengan ekosistem akademik yang menaungi 12 fakultas dan sekitar 35 ribu mahasiswa serta usia institusi yang mencapai 63 tahun, Unsoed dinilai menjadi mitra strategis dalam memperkuat sinergi dunia akademik dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peresmian pusat studi ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam memperkuat pemolisian berbasis riset (evidence-based policing) melalui pembentukan 74 Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pada tahap awal, pusat studi diluncurkan di empat kampus, yakni Unsoed, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Pada hari yang sama, Kamis 5 Maret 2026, juga dilakukan penandatanganan dan peluncuran PKS di Biro SDM Polda Metro Jaya bersama empat universitas mitra, yaitu Universitas Bhayangkara, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Syarif Hidayatullah, dan Universitas Borobudur.
Acara penandatanganan dan peresmian di Unsoed turut disaksikan Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana serta sejumlah pejabat Polri lainnya.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang berkomitmen membangun ekosistem ilmu kepolisian di Indonesia.
“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para rektor dan seluruh civitas academica atas prakarsa, komitmen, dan kerja keras dalam mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini. Keikutsertaan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian serta memperkuat ekosistem riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung transformasi Polri,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Ia menegaskan pentingnya pengembangan ilmu kepolisian sebagai disiplin antarb idang.
“Ilmu kepolisian kini telah berkembang menjadi disiplin ilmu antarb idang yang esensial. Ilmu ini menjadi fondasi teoretis dalam menanggapi dinamika sosial serta transformasi pola pemolisian di masyarakat,” jelasnya.
Wakapolri juga mengajak seluruh pihak untuk aktif berkolaborasi.
“Saya mengajak seluruh hadirin untuk terus berpartisipasi secara aktif dalam memajukan kepolisian Indonesia. Polri siap membuka diri dan siap berkolaborasi melalui berbagai program riset serta penyusunan kebijakan yang akan digerakkan bersama pusat-pusat studi kepolisian di keempat perguruan tinggi ini dengan pendekatan pentahelix. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari langkah besar kita menuju Indonesia yang aman, adil, dan sejahtera,” tegasnya.
Di internal Polri, penguatan ekosistem keilmuan juga dilakukan melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang telah mengembangkan sejumlah pusat studi strategis, mulai dari Pusat Studi Polmas hingga Pusat Studi Kehumasan.
PTIK juga dijadwalkan meluncurkan tujuh pusat studi baru pada 10 Maret 2026, termasuk Pusat Studi Teknologi Kepolisian, Forensik Kepolisian, hingga Intelijen Kepolisian.
Melalui sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi, Polri optimistis pengembangan ilmu kepolisian berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor akan melahirkan strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih adaptif dan humanis serta mendukung program pembangunan nasional. []


















