Ekonomi

BI Aceh Salurkan Bantuan ke Petani dan Peternak di Aceh Besar, Dorong Stabilitas Harga Pangan

KETIKKABAR.comBank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok pertanian, peternakan, dan usaha garam rakyat di Gampong Cot Bada, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (05/03/2026).

Bantuan ini diberikan sebagai upaya memperkuat sektor riil guna menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan melalui penguatan sektor riil dan peningkatan kapasitas produksi pelaku usaha di daerah,” ujar Agus.

Menurutnya, selain menjalankan kebijakan moneter, BI juga aktif mendorong pengembangan klaster pangan strategis seperti telur, cabai, beras, dan bawang merah. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Program bantuan mencakup seluruh tahapan rantai produksi, mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, hingga hilirisasi. Dukungan juga diarahkan pada pengembangan ekonomi hijau dan penguatan rantai nilai halal.

Pada periode 2024-2025, BI Aceh telah menyalurkan bantuan kepada 45 kelompok pertanian di berbagai wilayah. Bantuan yang diberikan antara lain hand tractor, cultivator, kendaraan roda tiga, kandang baterai ayam petelur, hingga mesin pengolah pakan ternak.

BACA JUGA:
Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim: Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Salah satu kelompok binaan unggulan adalah Kelompok Ternak Andalan Mandiri di Kabupaten Aceh Besar. Kelompok ini diproyeksikan menjadi sentra penyediaan pakan ternak bagi wilayah Aceh Besar dan sekitarnya.

Dengan dukungan fasilitas hammermill dan mixer berkapasitas satu ton, kelompok tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi telur hingga 50 persen atau sekitar 6.000 butir per hari melalui pengembangan kandang ayam petelur.

Agus menegaskan keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi BI dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Sinergi ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh. Wakil Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Ir. T. Robby Irza, menyambut baik realisasi Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) 2025 yang disalurkan kepada enam kelompok di sektor pertanian, peternakan, dan usaha garam rakyat di Aceh Besar.

BACA JUGA:
Indonesia-Rusia Matangkan Rencana Pembangunan Kilang dan Storage

“Program ini sangat penting, terutama di tengah tantangan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025 dan berdampak pada produksi serta distribusi pangan,” ujarnya.

Ia menilai penguatan sektor pertanian dan peternakan rakyat menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan produksi protein hewani melalui bantuan kandang ayam kepada kelompok penerima.

Ke depan, Pemerintah Aceh berharap program PI-KEKDA dapat diperluas ke kabupaten/kota lain yang memiliki potensi komoditas unggulan.

Dengan meningkatnya produksi dan terjaganya pasokan, stabilitas harga diharapkan lebih mudah dikendalikan sehingga turut mendukung pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. []

TERKAIT LAINNYA