Nasional

Bahlil Laporkan Dampak Penutupan Selat Hormuz ke Presiden, Stok BBM Nasional Diklaim Aman 20 Hari

KETIKKABAR.com – Pemerintah bergerak cepat menyikapi penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada arus energi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026, untuk melaporkan kondisi terkini sekaligus membahas mitigasi pasokan minyak nasional.

“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” ujarnya.

Dalam rangka langkah antisipatif, Bahlil menyatakan akan menggelar rapat lebih dahulu sebelum menyampaikan rekomendasi resmi kepada Presiden. “Nanti, saya besok insya Allah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,” kata dia.

BACA JUGA:
Iran Gempur Kapal Militer AS di Selat Hormuz, Balas Pelanggaran Gencatan Senjata

Bahlil menambahkan bahwa hasil analisis akan disusun bersama Dewan Energi Nasional sebagai dasar kebijakan lanjutan. Ia memastikan kondisi cadangan nasional masih terkendali. “Masih cukup, 20 hari,” tegasnya saat ditanya mengenai stok BBM.

Iran memutuskan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel beberapa hari lalu.

Penutupan ini disebut sebagai yang pertama kali dilakukan Iran sejak konflik dengan Israel pada 1979. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia, yang menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global. []

TERKAIT LAINNYA