KETIKKABAR.com – Aksi pembacokan mahasiswi di lingkungan UIN Sultan Syarif Kasim Riau menuai sorotan Ustaz Abdul Somad. Ia menyampaikan kekecewaan sekaligus pesan moral setelah penyerangan yang dipicu persoalan asmara itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) pagi di kampus tersebut.
Pelaku, Rayhan Muzaffar (21), menyerang Farradhila Ayu Pramesti (23) karena sakit hati cintanya ditolak. Peristiwa itu terjadi di Kampus UIN Suska Pekanbaru, Riau.
Melalui akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, Jumat (27/2/2026), UAS mengulas arti nama pelaku. Ia menyebut Rayhan dalam bahasa Arab berarti rezeki dan ketenangan, sedangkan Muzaffar berarti orang yang beruntung.
“Sebagaimana aku mencarikan nama yang baik untuk anak-anakku, begitu jugalah Ayah Rayhan mencarikan nama terbaik untuk anaknya. Aku melihatnya dalam pandangan seorang Ayah. Ayah yang memeluk cium anak buah hati limpahan kasih sayang. Gantungan harapan masa hadapan,” ungkap Ustaz Abdul Somad.
“Walau aku tak punya anak perempuan. Tapi dua ponakanku perempuan. Ntah bagaimana hancurnya perasaan orang tua Faradilla Ayu melihat putrinya bersimbah darah,” tambahnya.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi alarm bagi pergaulan remaja saat ini.
“Peristiwa ini membangunkan kita dari lamunan panjang, dari politik sampai drakor dan dracin. Ada apa dengan anak remaja kita,” tanya Ustaz Abdul Somad.
“Syukur, kalau masih ada dosen yang sempat meninggalkan pesan di akhir perkuliahan, ‘Hati-hati pergaulan’. Alhamdulilah kalau masih ada bapak ibu kos yang peduli pada pergaulan anak-anak kos,” bebernya.
UAS juga mengenang pesan ibunya, Rohana, yang pernah memberinya pilihan antara menikah atau kuliah.
“‘Kalau mau nikah, ku kasi kau kebun sawit. Uruslah. Kalau mau kuliah, betul-betul kuliah’, begitu Mak dulu berpesan sebelum aku meninggalkan kampung untuk kuliah,” kenangnya.
“Pacaran lima tahun nggak nikah-nikah, sama seperti iklan roti, ‘dibuka, dijilat, dicelupin’, nggak dimakan-makan. ku sampaikan begitu supaya pemudi kita faham bahwa mereka berharga,” jelasnya.
Ia berpesan kepada anak muda agar memiliki prinsip hidup.
“Jangan katakan, ‘Engkaulah satu-satunya harapanku’. Tapi katakanlah، ‘Kalau kau mau, ku pinang kau dengan bismillah. Kalau kau tak mau, bunga bukan setangkai, kumbang bukan seekor, patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu’,” pesannya.
“Ku nyatakan begitu, supaya anak muda kita tegar, jangan melo, jangan mudah patah hati,” jelasnya.
UAS mengaku telah menghubungi keponakannya yang berada di Kairo, Mesir, agar fokus belajar.
“WA ku ke ponakanku di Cairo, ‘Aku tak mau kau ado hubungan samo laki-laki. Kalau ado yang mendokati, jangan cakap kasar. Sampaikan elok-elok, aku tak mau main-main. Kalau serius, kau mengadap ke Uas’,” ungkap Ustaz Abdul Somad.
“Nasihat, doa dan tawakkal. Semoga Allah jaga anak-anak bangsa. Amin,” tutupnya.
Kronologi Kejadian
Dikutip dari Kompas.com, korban dan pelaku merupakan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum. Pukul 07.00 WIB korban berada di ruang seminar proposal lantai dua. Sekitar 07.30 WIB, pelaku masuk dan membacok tangan kiri serta kepala korban dengan kampak.
Korban sempat berusaha melarikan diri, namun pelaku mengejar. Mahasiswa yang menyaksikan kejadian berteriak hingga pelaku menghentikan aksinya dan diamankan sekuriti.
Polisi dari Polsek Bina Widya kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara dan mengamankan pelaku.
Kapolsek Bina Widya Kompol Nusirwan mengatakan motif penyerangan dipicu asmara.
“Pelaku merasa sakit hati karena korban mau memutuskan hubungan pacaran karena sudah punya pacar,” ujarnya.
Ia menyebut pelaku telah merencanakan aksinya dengan membawa kampak dan parang dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar.
“Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, berniat membunuh korban,” kata Nusirwan.
Pelaku dijerat Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara.
Sikap Kampus dan Kondisi Korban
Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, mengecam keras peristiwa tersebut.
“Kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” kata Leny.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Harris, juga menyampaikan kecaman.
“Kami sangat mengecam tindakan kriminal di kampus UIN Suska Riau,” ucap Harris.
Ia memastikan korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya berangsur stabil.
“Alhamdulillah, saat ini korban dalam keadaan sadar. Secara bertahap menunjukkan perkembangan yang stabil,” sebutnya.
“Universitas akan menyesuaikan seluruh keperluan administrasi dan akademik, agar tidak membebani yang bersangkutan selama masa pemulihan,” kata Harris. []
















