KETIKKABAR.com – Israel dilaporkan menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik Iran.
Penilaian lembaga-lembaga keamanan Israel menunjukkan adanya peningkatan kemungkinan serangan Washington terhadap Teheran di tengah ketegangan yang terus meningkat.
Laporan televisi lokal Israel, KAN, pada Rabu (18/2) malam, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (19/2/2026), menyebutkan bahwa Israel bersiap menghadapi kemungkinan menerima lampu hijau dari AS untuk menyerang sistem rudal balistik Iran.
KAN menekankan dalam laporannya bahwa skenario Tel Aviv menyerang rudal balistik Teheran muncul di tengah fokus luas mengenai apakah Presiden AS Donald Trump akan memerintahkan serangan militer terhadap Iran.
Penilaian lembaga-lembaga keamanan Israel selama 24 jam terakhir, menurut laporan harian Israel Haaretz, menunjukkan peningkatan kemungkinan serangan AS terhadap Iran, menyusul putaran perundingan terbaru antara kedua negara yang digelar di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2).
“Menurut penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir perundingan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak dapat dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya sendiri,” sebut Haaretz dalam laporannya.
“Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir,” demikian dilaporkan Haaretz.
Haaretz juga melaporkan bahwa: “Di Israel, kemungkinan militer Israel mengambil peran aktif dalam memerangi Iran, tidak dikesampingkan jika terjadi serangan AS.” Disebutkan pula adanya koordinasi erat antara AS dan Israel di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara.
AS Disebut Siap Serang Akhir Pekan
Di tengah situasi yang tidak menentu, laporan media-media terkemuka AS seperti CNN dan CBS menyebut militer AS siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat akhir pekan ini, meski Trump belum membuat keputusan final.
Gedung Putih, menurut sejumlah sumber yang dikutip CNN, telah mendapat pengarahan bahwa militer dapat siap menyerang pada akhir pekan setelah peningkatan signifikan pengerahan aset angkatan udara dan angkatan laut AS di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Selain kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang lainnya, kapal induk USS Gerald R Ford dilaporkan dapat tiba di kawasan Timur Tengah paling cepat akhir pekan ini.
Sementara itu, aset Angkatan Udara AS yang berbasis di Inggris, termasuk pesawat pengisi bahan bakar dan sejumlah jet tempur, diposisikan lebih dekat ke kawasan tersebut.
Namun demikian, salah satu sumber memperingatkan bahwa Trump secara pribadi telah berargumen baik mendukung maupun menentang tindakan militer terhadap Iran. Ia juga meminta pendapat para penasihat dan sekutu-sekutunya mengenai langkah terbaik yang harus diambil.
Sejauh ini, belum diketahui secara jelas apakah Trump akan mengambil keputusan pada akhir pekan. “Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini,” kata salah satu sumber yang dikutip CNN.
Trump, yang memerintahkan serangan terhadap Iran tahun lalu, berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer lebih lanjut jika perundingan yang sedang berlangsung tidak menghasilkan kesepakatan pengganti untuk perjanjian nuklir yang dibatalkan pada 2018 lalu. []











