KETIKKABAR.com – Wacana pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dinilai berpotensi merugikan Presiden Prabowo Subianto.
Isu tersebut kembali mencuat setelah dihembuskan sejumlah pihak yang disebut sebagai Geng Solo.
Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai opini publik masih mempersoalkan pencalonan Gibran pada Pilpres 2024.
“Opini publik menganggap Gibran sosok yang cacat etik dalam pencalonannya di Pilpres 2024 kemarin. Bahkan, masyarakat menginginkan Prabowo mandiri dengan melakukan bersih-bersih kabinet dari orang-orangnya Jokowi,” ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut dia, wacana Pilpres 2024 masih terus diproduksi di media sosial, terutama terkait pencalonan Gibran. Selain itu, Efriza menilai kinerja Gibran sebagai wakil presiden selama lebih dari satu tahun pemerintahan belum dianggap memuaskan oleh publik.
“Gibran juga dinilai masyarakat tidak ada prestasi kerja sebagai wakil presiden malah menjadi beban presiden,” tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini.
Efriza menambahkan, sejumlah partai politik mendorong agar kepemimpinan Prabowo berlanjut ke periode kedua. Namun, menurut dia, dukungan tersebut tidak serta-merta mengharuskan Prabowo kembali berpasangan dengan Gibran.
“Kalau masih dengan Gibran tentu akan merugikan Prabowo,” pungkasnya. []
Pengamat: Prabowo Tak Perlu Lagi Gandeng Gibran di Pilpres 2029










