Internasional

Balasan Teheran: Iran Cap Tentara Negara-Negara Uni Eropa sebagai Teroris

KETIKKABAR.comIran resmi menetapkan tentara dari seluruh negara Uni Eropa (UE) sebagai kelompok teroris. Keputusan ini merupakan langkah balasan setelah Uni Eropa memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris. Ketegangan antara Teheran dan blok Eropa pun kian meningkat.

Uni Eropa sebelumnya menandai perubahan sikap terhadap kepemimpinan Iran dengan menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris.

Keputusan tersebut diambil menyusul penindakan paling berdarah terhadap protes anti-pemerintah di Iran. Langkah ini disebut sebagai pergeseran simbolis dalam kebijakan UE.

Namun, keputusan Uni Eropa itu memicu kemarahan pemerintah Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai langkah tersebut justru merugikan Eropa sendiri. Ia menyampaikan kritik keras dalam pidatonya di hadapan parlemen.

“Dengan mencoba menyerang Garda Revolusi…orang Eropa sebenarnya menembak kaki mereka sendiri dan sekali lagi membuat keputusan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat mereka dengan secara membabi buta menuruti Amerika,” kata Qalibaf.

BACA JUGA:
Kelompok Bersenjata Bajak Kapal Tanker Eureka, Alihkan Rute ke Somalia

Pidato itu disampaikan di hadapan anggota parlemen yang mengenakan seragam IRGC. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas Iran terhadap kebijakan UE.

Qalibaf kemudian menegaskan dasar hukum langkah balasan Iran.

“Menurut Pasal 7 undang-undang tentang tindakan balasan terhadap penetapan Garda Revolusi sebagai organisasi teroris, tentara negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris,” lanjut Qalibaf. Pernyataan itu dikutip dari Reuters, Senin (2/2/2026).

Ia juga menyebut Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran akan membahas pengusiran atase militer negara-negara Uni Eropa.

Langkah tersebut akan ditindaklanjuti bersama Kementerian Luar Negeri Iran. Opsi diplomatik dan keamanan pun menjadi sorotan utama.

Usai pidato Qalibaf, para anggota parlemen meneriakkan slogan “Matilah Amerika, Malulah Eropa”.

IRGC juga mengeluarkan pernyataan yang menilai keputusan UE mempersempit peluang interaksi dan kerja sama konstruktif. Menurut IRGC, langkah itu justru memperkuat pendekatan konfrontatif.

BACA JUGA:
Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran, Sebut Dokumen "Sampah"

IRGC dibentuk setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979 untuk melindungi sistem pemerintahan ulama Syiah.

Organisasi ini memiliki pengaruh besar di Iran, termasuk mengendalikan sebagian ekonomi dan angkatan bersenjata. Penetapan IRGC sebagai organisasi teroris dinilai sangat sensitif bagi Teheran.

Langkah Uni Eropa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Amerika Serikat memperkuat kehadiran angkatan lautnya di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengancam Iran.

Ancaman tersebut terkait kesepakatan nuklir dan isu penindasan demonstran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merespons situasi tersebut dengan peringatan keras.

Ia mengatakan jika Amerika Serikat menyerang Iran, konflik akan meluas secara regional. Pernyataan itu disampaikan pada hari Minggu. []

Langgar Gencatan Senjata, Israel Diingatkan Hamas soal Konsekuensi Besar

TERKAIT LAINNYA