Daerah

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Alue Naga untuk Wujudkan Program Green Policing

KETIKKABAR.com – Polda Aceh menanam 10.000 bibit mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian ekosistem pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah mengatakan program Green Policing adalah komitmen Polda Aceh menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Kawasan pesisir dinilai memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, dan keberlanjutan masyarakat pesisir.

Menurut Marzuki, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Mangrove berfungsi menjaga ekosistem pantai, menjadi habitat biota laut, serta menyerap karbon dan menghasilkan oksigen.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit pohon mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” ujar Irjen Pol Marzuki Ali Basyah.

Ia menyebut setiap satuan akan diarahkan menanam minimal 5.000 bibit mangrove di wilayah masing-masing. Jika ditambah 10.000 bibit dari Polda Aceh, total penanaman diperkirakan mencapai 125.000 pohon mangrove.

BACA JUGA:  Pemkab Aceh Besar dan BNN RI Siap Tangani Kawasan Rawan Tanaman Terlarang Jadi Lahan Produktif

“Tentu kita dapat membayangkan manfaat luar biasa yang akan dihasilkan apabila jumlah pohon yang kita tanam terus bertambah,” ujarnya.

Marzuki menambahkan program penghijauan Polda Aceh tidak hanya difokuskan di kawasan pesisir. Program ini juga akan dikembangkan melalui “Sejuta Pohon untuk Masyarakat” secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

Selain itu, Polda Aceh mendorong inovasi mitigasi bencana, salah satunya pemanfaatan tanah lumpur pascabanjir. Tanah tersebut direklamasi dan diolah kembali menjadi lahan tanam produktif.

“Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi sumber permasalahan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi, sehingga tidak hanya berfungsi memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

BACA JUGA:  RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen, Bidik Pertumbuhan Domestik dan Ekspor

Di akhir kegiatan, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi amal jariah dan memberi manfaat besar bagi lingkungan serta masyarakat Aceh.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat,” pungkasnya. []

Bupati Aceh Besar Pastikan Kampung Nelayan Dibangun pada 2026

TERKAIT LAINNYA