KETIKKABAR.com – Presiden RI Prabowo Subianto menilai penderitaan rakyat Gaza, Palestina, mulai menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Penilaian itu disampaikan seiring meningkatnya arus bantuan kemanusiaan yang masuk ke wilayah tersebut di tengah konflik berkepanjangan.
Prabowo menyampaikan pernyataan itu setelah Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza. Forum internasional tersebut dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Prabowo, keikutsertaan Indonesia dalam dewan itu menjadi momentum penting untuk berperan aktif mendorong perdamaian di Timur Tengah.
Indonesia disebut ingin mengambil posisi nyata dalam upaya kemanusiaan dan diplomasi internasional.
“Sekarang bantuan-bantuan kemanusiaan sudah mulai banyak masuk. Kita berharap kondisi warga Gaza bisa semakin membaik,” ujar Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari Instagram @ussfeed (29/1/2026).
Prabowo menegaskan upaya kemanusiaan dan perdamaian harus terus diperkuat oleh semua pihak yang peduli terhadap stabilitas global.
Ia mengajak negara-negara yang menginginkan perdamaian untuk bersatu membantu rakyat Palestina melalui diplomasi dan bantuan kemanusiaan.
Ia juga menyebut keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza sebagai peluang bersejarah. Prabowo menegaskan Indonesia akan tetap konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Di sisi lain, keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza memunculkan sorotan publik terkait isu iuran negara anggota. Isu tersebut mencuat seiring beredarnya wacana iuran bernilai besar.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia akan berpartisipasi melalui skema iuran sukarela. Ia menegaskan tidak ada kewajiban pembayaran bagi negara anggota.
Sugiono menanggapi isu adanya wacana iuran sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun per negara. Ia menegaskan kontribusi tersebut tidak menjadi syarat keanggotaan dan sepenuhnya bersifat sukarela.
Ia menyebut dana yang dihimpun Dewan Perdamaian Gaza akan difokuskan untuk kepentingan kemanusiaan. Dana tersebut juga ditujukan bagi pemulihan infrastruktur dan stabilitas jangka panjang di Gaza.
Indonesia, kata Sugiono, akan menyesuaikan bentuk dan besaran kontribusi dengan kemampuan nasional. Pemerintah memastikan kepentingan nasional tetap menjadi pertimbangan utama.
Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza menegaskan posisi aktif Indonesia dalam isu kemanusiaan global.
Pemerintah berharap langkah ini memperkuat peran Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina. []
Trump Ancam Serangan Militer ke Iran, Desak Segera Sepakati Perjanjian Nuklir

















