Internasional

Viktor Orban: Uni Eropa Bentuk “Dewan Perang” Lawan Rusia

KETIKKABAR.com – Hubungan geopolitik dunia antara Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa berada di titik kritis akibat ambisi Donald Trump atas Greenland serta konflik Ukraina yang tak kunjung usai.

Situasi ini memicu kekhawatiran serius akan meletusnya Perang Dunia Ketiga sebagaimana diperingatkan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui akun X resminya, SBY memaparkan bahwa kemungkinan terjadinya perang skala global tersebut kini sangat nyata.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah,” tulis SBY pada Senin (19/1/2026).

Senada dengan SBY, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menuding para pemimpin Eropa mulai menyiapkan skenario militer secara diam-diam.

BACA JUGA:
Serangan Udara Militer Nigeria Hantam Pasar di Yobe, 200 Sipil Tewas

Ia menyebut Uni Eropa telah membentuk “dewan perang” dan mulai meninggalkan jalur diplomasi demi persiapan konfrontasi langsung melawan Rusia.

Menurut Orban, strategi ini melibatkan 27 kepala negara adidaya, termasuk Prancis dan Jerman, yang fokus membahas mekanisme penaklukan Moskow.

“I sit among them. And I say clearly that they are going to war (Saya duduk di antara mereka. Dan saya katakan dengan tegas bahwa mereka akan berperang),” tegas Orban.

Orban menambahkan bahwa pertemuan para elite tersebut bertujuan memaksa Rusia membayar ganti rugi serta merebut kembali dana bantuan perang Ukraina.

Sambil menyoroti alokasi militer yang masif, ia memperingatkan bahwa tokoh-tokoh tersebut serius dengan mengatakan, “Mereka bukanlah anak-anak yang duduk di sana.”

Menanggapi situasi ini, Orban bersumpah akan menutup pintu rapat-rapat bagi keterlibatan Hongaria baik dalam bentuk tentara maupun dana ke garis depan.

BACA JUGA:
Trump Ancam Beri 'Masalah Besar' Jika China Nekat Pasok Senjata ke Iran

Ia menegaskan posisi negaranya sebagai benteng terakhir untuk menghindari jurang kehancuran akibat ambisi perang benua tersebut.

Di sisi lain, pejabat Uni Eropa membantah keras tudingan Orban dan menyatakan pertemuan mereka hanya fokus pada langkah defensif serta kemanusiaan.

Para kritikus menilai pernyataan Orban merupakan manuver politik untuk memperkuat dukungan domestik menjelang pemilihan parlemen Hongaria pada April 2026. []

Ketegangan Memuncak, NORAD Kirim Kekuatan Udara ke Pangkalan Pituffik Greenland

TERKAIT LAINNYA