KETIKKABAR.com – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 300 unit kasur tidur, sembako, dan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (20/1/2026).
Bantuan ini dikhususkan bagi warga yang rumahnya hanyut tersapu banjir sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah musibah.
Jenderal bintang dua tersebut menyerahkan langsung bantuan tersebut ke lokasi terdampak didampingi oleh unsur Forkopimda setempat.
Pemberian bantuan kasur tidur merupakan kolaborasi antara Kapolda Aceh dengan Yayasan PT Mapanbumi, Paramitha Foundation, serta Yayasan HOPE.
Selain perlengkapan tidur, Irjen Marzuki juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian senilai Rp 1,8 juta yang dialokasikan untuk kebutuhan warga selama tiga bulan ke depan.
Langkah ini diambil guna meringankan beban ekonomi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal agar tetap dapat memiliki kelayakan hidup.
Di sela kunjungan tersebut, Kapolda Aceh menyempatkan diri berinteraksi dengan para korban untuk mendengarkan langsung aspirasi serta kebutuhan mendesak mereka.
Fokus utamanya adalah memastikan warga memiliki kecukupan logistik untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang jatuh pada Februari mendatang.
“Saya bersama pejabat utama Polda Aceh, didampingi Kapolres Aceh Tenggara beserta unsur Forkopimda, mengantar langsung bantuan kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk korban banjir bandang di Ketambe. Sekaligus ingin menanyakan langsung apa saja kebutuhan mendesak para korban, khususnya menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Irjen Marzuki.
Kapolda Aceh yang juga lulusan Akabri 1991 ini mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan perhatian berkelanjutan kepada para pengungsi.
Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dari berbagai elemen agar pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
Hal ini mengingat tantangan yang dihadapi warga akan semakin besar saat memasuki masa ibadah puasa dalam kondisi di hunian sementara.
Dalam kesempatan yang sama, Irjen Marzuki memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Aceh Tenggara dan Forkopimda atas dedikasi dalam menangani dampak banjir sejak 27 November 2025 lalu. A
ceh Tenggara dinilai sukses menjadi daerah tercepat yang berhasil menurunkan status dari tanggap darurat ke tahap pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Kapolda menilai keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat setempat.
Kekompakan elemen masyarakat di Aceh Tenggara dipuji karena dianggap mencerminkan filosofi lokal “sepakat segenep” yang sangat kuat.
Semangat kebersamaan inilah yang dinilai mampu membangkitkan kembali kondisi wilayah tersebut dari keterpurukan akibat bencana alam.
Marzuki berharap karakter gotong royong ini terus dipertahankan dalam menghadapi setiap dinamika pembangunan maupun tantangan di masa depan. []
Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Buka Suara









