KETIKKABAR.com – Pemerintah mengumumkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 60 triliun untuk pemulihan infrastruktur dan rumah warga pascabencana banjir serta longsor di Sumatera.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut angka tersebut didapat setelah proses pendataan lapangan rampung dilakukan.
AHY merinci bahwa estimasi biaya untuk perbaikan hunian masyarakat mencapai Rp 8,2 triliun, sementara perbaikan infrastruktur dasar membutuhkan dana Rp 51,8 triliun.
“Tentunya kita bisa mengkalkulasi paling tidak ini estimasi biaya pembangunan atau perbaikan rumah-rumah warga tersebut kurang lebih sekitar tercatat di sini Rp8,2 triliun. Sedangkan untuk alokasi atau estimasi dari anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur dasar berdasarkan laporan Menteri PU sekitar Rp51,8 triliun,” kata AHY, Sabtu (17/1/2026).
Tercatat sebanyak 238.783 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai kategori akibat terjangan bencana tersebut.
Anggaran Rp 8,2 triliun nantinya akan dialokasikan guna membantu masyarakat membangun kembali tempat tinggal mereka agar kembali layak huni.
Di sisi lain, dana sebesar Rp 51,8 triliun akan diprioritaskan untuk memulihkan akses ekonomi yang lumpuh, seperti perbaikan jalan dan jembatan.
Infrastruktur vital lainnya yang menjadi fokus utama pemerintah meliputi bendungan serta sarana pengairan yang hancur terbawa arus.
Dalam proses pemulihan tersebut, AHY menekankan pentingnya percepatan pengerahan alat berat ke wilayah-wilayah yang saat ini masih terisolasi.
Ia juga meminta adanya sistem pengawasan yang kuat agar penggunaan dana puluhan triliun rupiah tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Kami menyarankan Bapak Menko, Bapak Ketua, agar benar-benar kita kawal melalui monitoring dan evaluasi,” ujar AHY menegaskan.
Langkah monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala ini diharapkan dapat memastikan seluruh target pembangunan selesai tepat waktu. []
Lubang Raksasa di Ketol Aceh Tengah Kian Meluas, BPBD Ungkap Penyebab Misterius Sejak Tahun 2000

















