Internasional

Gawat! Ukraina Khawatirkan Serangan Balasan ke Ibu Kota Usai Isu Drone Putin

KETIKKABAR.com – Kementerian Pertahanan Rusia merilis bukti video yang diklaim sebagai salah satu dari 91 unit pesawat tanpa awak (drone) kamikaze jarak jauh milik Ukraina yang ditembak jatuh.

Moskow menuding puluhan drone tersebut dikerahkan untuk menyerang kediaman negara Presiden Vladimir Putin pada Minggu malam hingga Senin dini hari lalu.

Militer Rusia menyatakan seluruh UAV yang diluncurkan Kyiv menuju kompleks kediaman Putin di Novgorod pada malam 28-29 Desember 2025 telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara.

Dalam klip video yang dirilis pada Rabu, seorang prajurit Rusia menjelaskan bahwa pesawat yang jatuh tersebut adalah jenis UAV pengintai dan serang Chaklun-V buatan Ukraina yang telah dimodifikasi. Meski terkena tembakan di bagian ekor, badan drone dilaporkan masih utuh.

“Hulu ledak UAV yang belum meledak itu diisi dengan sejumlah besar elemen penyerang dan dimaksudkan untuk melenyapkan personel dan target sipil,” ujar prajurit tersebut dalam video resmi kementerian.

Rusia Tuding Zelensky Berbohong

Pemerintah Rusia menggunakan temuan ini untuk menyudutkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang sebelumnya membantah adanya serangan tersebut.

“Kami telah menyajikan bukti tak terbantahkan tentang serangan teroris yang direncanakan oleh rezim Kyiv di kediaman Presiden Rusia,” tulis Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan terpisahnya sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis, 1 Januari 2026.

BACA JUGA:
AS dan Iran Dijadwalkan Kembali Gelar Perundingan Damai di Islamabad Pekan Depan

Pernyataan tersebut menambahkan, “Volodymyr Zelensky dari Ukraina, yang menyangkal bahwa serangan drone itu terjadi, entah tidak menyadari situasi sebenarnya atau hanya berbohong seperti biasanya.”

Kremlin juga menuding serangan ini bertujuan merusak upaya Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, dalam memfasilitasi penyelesaian damai konflik.

Berdasarkan peta rute yang dirilis, Rusia mengklaim menjatuhkan 49 drone di atas Wilayah Bryansk, satu di Smolensk, dan 41 di wilayah Novgorod.

Bantahan Keras Ukraina

Di pihak lain, Presiden Volodymyr Zelensky bersikeras bahwa klaim Rusia adalah fabrikasi. Ia justru memperingatkan bahwa tuduhan tersebut akan digunakan Moskow sebagai alasan untuk meluncurkan serangan besar baru ke Kyiv.

“Ini adalah kebohongan lain dari Rusia,” kata Zelensky pada Selasa lalu. Ia menambahkan, “Mereka hanya mempersiapkan lahan untuk melakukan serangan, mungkin di ibu kota dan mungkin di gedung-gedung pemerintah.”

BACA JUGA:
Sering Tersakiti, Mayoritas Warga Eropa Ingin Pisah dari AS

Zelensky meminta masyarakat internasional waspada karena Putin diprediksi akan memilih target strategis sebagai balasan atas “serangan rekayasa” tersebut. “Semua orang harus waspada sekarang, benar-benar semua orang. Serangan terhadap ibu kota mungkin akan dilakukan, terutama karena orang ini [Putin]…mengatakan mereka akan memilih target yang sesuai,” paparnya.

Upaya Menghambat Proses Damai

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, melalui unggahan di platform X, menegaskan bahwa Rusia sedang melakukan manipulasi demi melemahkan proses perdamaian yang tengah dipimpin Amerika Serikat.

“Manipulasi Rusia mengenai dugaan upaya untuk menyerang kediaman Putin adalah rekayasa hanya untuk satu alasan: untuk menciptakan dalih dan pembenaran palsu bagi serangan Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina, serta untuk melemahkan dan menghambat proses perdamaian,” papar Sybiha.

Ia menyatakan bahwa Ukraina hanya menyerang target militer yang sah sesuai pasal 51 Piagam PBB. Sybiha juga mendesak dunia internasional untuk mengutuk provokasi Rusia.

“Ukraina tetap berkomitmen pada upaya perdamaian yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dengan partisipasi mitra-mitra Eropa,” pungkasnya. []

Brigade Al-Qassam Konfirmasi Kematian Abu Ubaidah, Ungkap Identitas Aslinya

TERKAIT LAINNYA