KETIKKABAR.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, meninjau kesiapan Pelabuhan Krueng Geukueh pada Minggu (30/11/2025).
Peninjauan ini bertujuan memastikan jalur laut dapat menjadi alternatif utama untuk distribusi logistik, mengingat banyak wilayah di Aceh yang terisolasi akibat banjir dan longsor.
Sesampainya di Bandara Malikussaleh, Tito Karnavian disambut oleh Marlina Muzakir, Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir, serta Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar. Mereka langsung menuju lokasi untuk memantau penanganan bencana.
Chaidir, yang telah berada di lokasi sejak 26 November, menyatakan, “Akses darat lumpuh total, banyak wilayah terisolasi, dan stok pangan di pengungsian menipis. Jalur udara adalah langkah tercepat untuk mencegah korban jiwa,” ujarnya.
Bantuan mendesak, seperti sandang, pangan, obat-obatan, hingga kantong jenazah, dikatakan Chaidir harus segera dikirimkan, mengingat kondisi pengungsian yang semakin kritis. Banyak warga, terutama lansia dan anak-anak, terjebak dalam situasi rentan tanpa akses yang memadai.
Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan BNPB, Basarnas, TNI/Polri, dan pemerintah kabupaten/kota. Namun, kehadiran Tito Karnavian menjadi momentum penting untuk mempercepat mobilisasi bantuan dari pemerintah pusat.
Tito langsung menginstruksikan agar bantuan logistik BNPB segera digerakkan, dengan fokus utama pada wilayah yang terputus total. Pemerintah Aceh pun menegaskan bahwa dukungan pusat sangat krusial, mengingat cakupan bencana yang melanda hampir seluruh provinsi ini.
Pemerintah Aceh berharap dengan sinergi yang kuat, distribusi bantuan dapat segera menjangkau warga yang membutuhkan.[]
Kondisi Kritis! Belum Ada Bantuan, Warga Aceh Tamiang Terancam Kelaparan










