Daerah

Ibu Hamil Tewas Setelah Ditolak 4 RS, Matius: Saya Akan Copot Direkturnya!

KETIKKABAR.comGubernur Papua Matius D. Fakhiri menyesalkan kematian Irene Sokoy, ibu hamil asal Kampung Hobong, Sentani, yang bersama bayinya meninggal setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Jayapura.

Insiden tragis itu terjadi saat keluarga membawa Irene bolak-balik mencari pertolongan hingga ke RSUD Dok II Jayapura, Senin (17/11) subuh.

Fakhiri menyebut kasus ini sebagai tamparan keras bagi pemerintah daerah. Ia pun memerintahkan evaluasi total seluruh RSUD di bawah naungan Pemprov Papua dan tak segan mencopot direktur rumah sakit yang terbukti lalai memberikan pelayanan.

“Saya sudah memerintahkan evaluasi menyeluruh. Direktur rumah sakit yang lalai dan tidak mampu memberikan pelayanan akan diganti,” tegasnya, Minggu (23/11).

BACA JUGA:
Manajemen RSUD Aceh Besar Bantah Isu Kekosongan Obat Selama Lima Bulan

Gubernur telah mendatangi keluarga Irene untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi dirinya untuk menutupi kesalahan birokrasi kesehatan.

“Sebagai gubernur, saya tidak perlu takut atau malu meminta maaf. Ini pembelajaran berharga bagi kami pemerintah,” ujarnya.

Fakhiri menegaskan seluruh direktur rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta yang diduga menolak pasien akan dipanggil untuk dimintai penjelasan. Ia menyoroti pentingnya perubahan budaya pelayanan.

“Saya sudah berulang kali ingatkan, layani dulu pasien, urusan lain belakangan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, mengungkapkan Irene sempat ditolak empat rumah sakit: RS Dian Harapan, RSUD Yowari, RSUD Abepura, dan RS Bhayangkara.

BACA JUGA:
Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Sapi Liar di Pagar Air, Pemilik Diwajibkan Bayar Denda Rp300 Ribu

“Kematian ini sangat menyakitkan. Kami datang mencari pertolongan, tapi tak mendapat pelayanan yang layak,” ujarnya.[]

MUI Tetapkan Fatwa: Barang Primer dan Konsumtif Haram Dipajaki

TERKAIT LAINNYA