Hiburan

Kontroversi Video Ning Umi Laila: Humor Tak Pantas yang Memicu Kecaman Publik

KETIKKABAR.com – Belum reda kemarahan publik atas insiden ciuman yang melibatkan Gus Elham, dunia maya kembali digemparkan oleh kontroversi baru yang melibatkan seorang penceramah muda, Ning Umi Laila.

Kali ini, bukan soal materi dakwah yang dipertanyakan, melainkan interaksi sang ustadzah dengan seorang anak laki-laki di bawah umur yang dianggap melanggar batas etika dan melibatkan unsur pelecehan verbal.

Video yang beredar luas menunjukkan Ning Umi Laila memanggil seorang bocah ke atas panggung, namun dialog yang terjadi setelah itu justru membuat banyak orang terkejut.

Dalam rekaman tersebut, Ning Umi Laila terlihat menunjuk ke arah tubuh bagian bawah anak tersebut sambil melontarkan komentar ambigu yang berbunyi, “Ini apa kok menonjol gini? Oalah, sarung,” diiringi tawa para jamaah yang hadir.

Meskipun di lokasi tersebut beberapa orang tampak menganggapnya sebagai selingan humor, reaksi netizen di dunia maya justru sebaliknya.

Gelombang kecaman pun mengalir deras, dengan banyak yang menilai istilah “menonjol” yang diucapkan oleh Ning Umi Laila sangat tidak pantas, terutama mengingat bocah yang dimaksud masih di bawah umur dan berada di hadapan publik.

Pelecehan Verbal dan Ketidaknyamanan Anak

Tak hanya satu video, sebuah rekaman lainnya memperlihatkan momen ketika Ning Umi Laila menggoda anak laki-laki yang terlihat malu dan enggan menatap wajahnya.

BACA JUGA:
Ruben Onsu Minta Cicilan Rumah Dikembalikan Jika Sarwendah Ambil Alih Aset

Saat bocah itu menunduk karena gugup atau ingin menjaga pandangan, ia malah terus digoda dengan nada interogatif.

“Kenapa kamu tidak mau memandang aku? Kamu salah tingkah? Kamu suka aku?” ujar Ning Umi Laila dengan nada bercanda, disambut tawa jamaah yang hadir.

Aksi ini kembali menuai kritik keras, di mana banyak yang menyayangkan bahwa seorang penceramah agama seharusnya menjaga etika dalam berinteraksi, bukan menjadikan anak-anak sebagai bahan candaan.

Kecaman dari Netizen: “Pelecehan Seksual itu Dilarang Siapa Pun”

Kontroversi ini pun memicu gelombang diskusi serius tentang etika dalam berdakwah, khususnya ketika melibatkan anak-anak.

Banyak netizen yang menyayangkan gaya komunikasi Ning Umi Laila yang dianggap terjebak dalam pola guyonan lama yang tidak sensitif terhadap isu perlindungan anak.

Salah seorang warganet menulis, “Geli banget sama orang yang branding agamis tapi kelakuannya begini. Pelecehan seksual itu dilarang siapa pun pelakunya.”

Ada pula yang menyoroti ironi ajaran agama yang sering mengajarkan untuk menjaga pandangan, namun dalam video tersebut, Ning Umi Laila justru meminta anak tersebut untuk menatapnya.

BACA JUGA:
Ruben Onsu Minta Cicilan Rumah Dikembalikan Jika Sarwendah Ambil Alih Aset

“Di agama disuruh jaga pandangan, ini malah minta ditatap,” sindir pengguna lainnya, yang menilai bahwa aksi tersebut bertentangan dengan ajaran yang disampaikan dalam dakwah.

Banyak juga yang merasa kecewa dengan pendekatan humor yang digunakan oleh Ning Umi Laila.

Beberapa komentar mengungkapkan kekesalan terhadap gaya komunikasi yang dinilai kurang sensitif terhadap isu-isu sosial dan perlindungan anak.

“Dikiranya bisa dakwah modern, ternyata ikut-ikutan gaya lawakan norak,” tulis salah satu warganet.

Pentingnya Etika dalam Dakwah

Kontroversi ini kembali membuka wacana tentang pentingnya menjaga etika dalam dakwah, terlebih ketika berkaitan dengan anak-anak yang berada dalam audiens.

Publik menilai bahwa humor dalam forum dakwah seharusnya tidak mengorbankan kenyamanan, martabat, atau kepolosan anak yang menjadi bagian dari jamaah.

Dakwah yang penuh dengan candaan yang tidak pantas bisa menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan merusak pesan yang hendak disampaikan.

Hingga saat ini, Ning Umi Laila belum memberikan pernyataan resmi terkait video yang viral tersebut.[]

48 WNI Ditahan dalam Operasi Penipuan Daring di Myanmar: KBRI Gerak Cepat!

TERKAIT LAINNYA