KETIKKABAR.com – Sebuah tragedi yang hampir terjadi terungkap lewat rekaman dramatis yang beredar di media sosial, memperlihatkan detik-detik mencekam saat pesawat jet yang membawa Menteri Pertambangan Kongo, Louis Watum Kabamba, terbakar di Bandara Kolwezi, Provinsi Lualaba, Republik Demokratik Kongo, pada Senin, 17 November 2025.
Insiden ini mengguncang publik setelah pesawat Embraer ERJ-145LR yang mendarat dengan membawa sekitar 20 penumpang tiba-tiba keluar dari landasan pacu dan terjebak dalam kobaran api.
Mengutip laporan dari TRT Turki dan Dailymail, pesawat yang terbang dari Kinshasa, Ibu Kota Kongo, tersebut merupakan penerbangan carteran yang dioperasikan oleh Airjet Angola.
Ketika mendarat di Bandara Kolwezi, pesawat mendadak tergeser keluar dari landasan pacu dan berhenti di bagian perutnya.
Bagian ekor pesawat langsung terbakar, mengeluarkan asap tebal yang mengepul ke udara.
“Pesawat berhenti mendadak di bagian perutnya di landasan pacu 29,” tulis laporan dari Dailymail.
Kejadian ini langsung mengundang ketegangan, dengan para pekerja bandara berusaha mati-matian memadamkan api menggunakan selang air, sambil menunggu bantuan lebih lanjut.
Di tengah kekacauan yang terjadi, evakuasi penumpang dilakukan dengan sangat cepat. Sekitar 20 penumpang langsung dikeluarkan dari pesawat sebelum api semakin meluas.
Dalam video yang tersebar di media sosial, tampak para penumpang panik bergegas keluar, bahkan beberapa terjatuh terguling-guling saat berlari menuju tempat aman.
Meskipun situasi sangat dramatis, beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Isaac Nyembo, penasihat komunikasi Menteri Kongo, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut keluar landasan pacu saat mendarat di Kolwezi, dan evakuasi penumpang berjalan lancar tanpa cedera serius.
Pesawat tersebut dilaporkan hancur total akibat kebakaran yang melahap hampir seluruh bagian jet.
Meskipun penyelidikan baru dimulai, penyebab pasti dari kecelakaan di landasan pacu ini belum diketahui.
Para penyelidik kini tengah bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan faktor penyebabnya.
Kecelakaan ini terjadi saat Menteri Pertambangan Kongo, Louis Watum Kabamba, tengah dalam perjalanan menuju Tambang Kalondo dekat Kolwezi, yang baru saja dilanda bencana.
Pada 15 November, sebuah jembatan runtuh akibat hujan deras, menewaskan puluhan pekerja tambang. Kabamba, yang baru menjabat pada bulan Agustus 2025, sebelumnya telah memegang berbagai posisi penting dalam pemerintahan.
Beruntung bagi Kabamba, meskipun insiden tersebut sangat menegangkan, ia dan rombongan berhasil keluar dengan selamat. Pesawat yang membawa mereka, meski terbakar, tidak merenggut nyawa seorang pun.
Penyelamatan dramatis ini menjadi bukti bahwa meski bencana datang dengan cepat dan tak terduga, tekad dan keteguhan dapat membawa kita keluar dari situasi yang paling genting sekalipun.
Kini, Menteri Kabamba tetap melanjutkan tugasnya untuk mengunjungi lokasi bencana di Tambang Kalondo, meskipun insiden tersebut meninggalkan bayang-bayang tegang.
Perjalanan yang awalnya bertujuan untuk menanggulangi tragedi jembatan runtuh, kini menjadi perjalanan yang diwarnai oleh kebakaran dramatis yang melibatkan pesawat yang nyaris merenggut nyawa banyak orang.[]


















