KETIKKABAR.com – Pangdam IM, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memberikan pengarahan khusus kepada seluruh prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 117/KSatria Yudha di Markas Satuan, Jantho, Aceh Besar, Selasa (21/10/2025).
Pengarahan ini dilaksanakan untuk memantapkan semangat dan kesiapan satuan tempur tersebut menjelang pelaksanaan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) periode 2026–2027.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para Asisten Kasdam IM, serta sejumlah pejabat utama Kodam Iskandar Muda lainnya.
Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menyampaikan bahwa penugasan Pamtas RI–PNG adalah kehormatan besar dan menjadi sejarah baru bagi Yonif 117/KSatria Yudha.
“Tugas ini bukan sekadar penugasan rutin, melainkan merupakan sejarah baru dan kebanggaan bagi Yonif 117/KSatria Yudha. Saatnya kalian membuktikan jati diri sebagai prajurit tangguh, disiplin, dan profesional yang mampu menjaga nama baik Kodam Iskandar Muda dan TNI Angkatan Darat,” tegas Pangdam.
Pangdam menekankan pentingnya latihan sebagai bekal utama. Ia berpesan, “Tugas besar membutuhkan kesiapan yang besar pula. Laksanakan latihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat. Ingat, tidak ada prajurit yang hebat, yang ada hanyalah prajurit yang terlatih.”
Ia juga mengajak prajurit meneladani semangat juang para pahlawan Aceh, seperti Sultan Iskandar Muda dan Teuku Umar, dalam melaksanakan tugas negara.
Dalam arahannya, Pangdam IM turut menjelaskan sejarah singkat dan filosofi satuan yang baru dibentuk pada 17 Juli 2020 di bawah komando Korem 012/Teuku Umar tersebut.
Ia memaparkan, lambang satuan Yonif 117/KSatria Yudha menampilkan Macan Dahan, hewan khas Aceh yang melambangkan keberanian, kecerdikan, ketangguhan, dan ketangkasan prajurit.
Selain itu, terdapat simbol Peudeung Ulee Meu-apet (pedang pusaka Aceh) yang menggambarkan kekuatan, keperkasaan, dan semangat juang yang tak pernah padam.
Warna hijau pada lambang menggambarkan jati diri prajurit TNI AD, merah melambangkan keberanian dan semangat membela kebenaran, sedangkan putih mencerminkan ketulusan, kejujuran, dan keikhlasan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Adapun tulisan “KSATRIA YUDHA” pada tunggul satuan memiliki makna mendalam:
- Ksatria berarti pahlawan yang jujur, setia, dan tangguh.
- Yudha berarti perang atau medan pengabdian prajurit dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.
Pangdam menegaskan bahwa tugas pokok satuan ini adalah melaksanakan pertempuran darat secara langsung, mencari, mendekati, dan menghancurkan musuh, serta merebut dan mempertahankan medan.
Acara pengarahan ini diakhiri dengan yel-yel penyemangat yang menggema, menandakan kesiapan penuh prajurit Yonif 117/KSatria Yudha dalam mengemban amanah operasi negara. []
Kodam IM Laksanakan Program “TNI AD Manunggal Air” di Tiga Kabupaten










