Internasional

Eskalasi di Gaza: Israel Langgar Gencatan Senjata

KETIKKABAR.com – Militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan udara di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Ahad (19/10/2025), dan menuding kelompok Hamas sebagai pihak yang memulai serangan dengan menargetkan tentaranya.

Peristiwa ini terjadi di tengah berlangsungnya gencatan senjata yang disepakati kedua pihak sejak pekan lalu.

Dalam pernyataan militernya yang dikutip oleh Al Jazeera, Israel mengklaim bahwa pejuang Palestina menembakkan rudal dan senjata anti-tank ke arah tentaranya, yang kemudian dibalas dengan serangan udara ke daerah tersebut.

Al Jazeera melaporkan adanya bentrokan antara pejuang Hamas dengan kelompok bersenjata yang didukung Israel di Gaza, dan kontributornya menyebut pertempuran antara warga Palestina dan pasukan Israel dipicu oleh insiden tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan tindakan militer itu diambil setelah berkonsultasi dengan pejabat senior pertahanan.

Di sisi lain, sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan mematuhi perjanjian gencatan senjata. Hamas mengaku tidak mengetahui adanya pertempuran di Rafah, tempat Israel melancarkan serangan udara.

“Kami tidak mengetahui adanya insiden atau bentrokan yang terjadi di wilayah Rafah, karena wilayah tersebut merupakan zona merah di bawah kendali pendudukan, dan kontak dengan kelompok-kelompok kami yang tersisa di sana telah terputus sejak perang kembali terjadi pada bulan Maret tahun ini,” ujar Brigade Qassam dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 17 Penerbangan di Bandara General Santos Dibatalkan

Eskalasi terbaru ini menambah daftar insiden pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku pada pekan lalu (disebutkan sejak 10 Oktober). Dilaporkan, pada Rabu (15/10/2025), tank-tank Israel melepaskan tembakan artileri ke arah warga sipil di kota Bani Suhaila dan permukiman Sheikh Nasser di timur Khan Yunis.

Selain itu, Israel juga dilaporkan melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) di Jalur Gaza yang menewaskan tujuh warga Palestina dan melukai beberapa lainnya

. Koresponden Al Mayadeen mengonfirmasi lima warga Palestina tewas akibat serangan drone di lingkungan al-Shujaiya, timur Kota Gaza, pada Selasa, hanya tiga hari setelah gencatan senjata berlaku.

Serangan drone juga menewaskan satu pria Palestina dan melukai satu lainnya di al-Fakhari, timur Khan Younis, serta mengenai kamp pengungsian Halawa di Jabalia al-Balad, utara Jalur Gaza, melukai sejumlah warga sipil yang mengungsi.

BACA JUGA:
Borong 4 Medali Emas, Tim Bulutangkis Polri Juara SEA Police Badminton Championship 2026

Kantor media Gaza menuduh Israel telah melanggar gencatan senjata sebanyak 47 kali sejak 10 Oktober, termasuk pembunuhan 11 anggota keluarga Abu Sha’ban di lingkungan Zaytoun, Gaza utara.

Penyebab pasti eskalasi langsung di Rafah masih belum terungkap. Namun, media Israel, yang dikutip Al-Mayadeen, melaporkan insiden mematikan di Rafah yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai dua lainnya akibat serangan penembak jitu dan alat peledak. Serangan udara Israel di Rafah juga disebut sebagai upaya melindungi milisi Yasser Abu Shabab.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mendesak Perdana Menteri Netanyahu untuk segera memerintahkan tentara melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza “dengan kekuatan penuh,” dengan alasan perjanjian tersebut telah dilanggar.

Netanyahu sendiri sedang melakukan penilaian keamanan mendesak bersama Menteri Pertahanan Yisrael Katz dan pejabat tinggi lainnya untuk mengevaluasi situasi pasca yang mereka sebut sebagai “pelanggaran gencatan senjata.”

Serangan ini dikhawatirkan mengancam keberlangsungan gencatan senjata di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. []

Pembocor Kasus Korupsi Irigasi Filipina Ditembak Mati di Cagayan de Oro

TERKAIT LAINNYA