Nasional

Dianggap Hina Pesantren dan Kyai, GP Ansor Ancam “Gorok Leher” Karyawan Trans7

KETIKKABAR.com – Polemik terkait tayangan di stasiun televisi Trans7 yang dinilai menghina pesantren dan kyai kini berbuntut panjang. Organisasi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi pihak yang melayangkan protes keras.

Kegerahan ini muncul setelah adanya narasi dalam program Trans7 yang dianggap memuat tuduhan feodalisme di pesantren. Sebagai bentuk protes, GP Ansor dan Banser menggelar demonstrasi di depan kantor Trans7 di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Dalam orasinya, perwakilan GP Ansor menilai tayangan televisi swasta tersebut telah melakukan framing negatif terhadap kyai dan pondok pesantren.

“Tugas Ansor dan Banser adalah menjaga kyai, ulama, dan pondok pesantren. Apabila ada kyai ulama kita yang dihina, maka Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan,” kata perwakilan Ansor, dikutip dari akun X @lobaKaheureui, Sabtu (18/10/2025).

Massa aksi juga mengingatkan bahwa anggota GP Ansor dan Banser telah berjuang sejak masa kemerdekaan. Mereka menilai, kenyamanan kerja karyawan Trans7 saat ini merupakan hasil dari perjuangan para anggota ormas tersebut.

BACA JUGA:
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Wakapolri Resmikan 378 Unit Rumah Subsidi di Sulawesi Tenggara

“Saudara-saudara Trans7 yang masih muda-muda, kalian ingat sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Puncak dari orasi tersebut adalah dilontarkannya ancaman keras oleh pihak GP Ansor dan Banser. Mereka bahkan mengancam akan menggorok leher para pekerja di stasiun televisi tersebut.

“Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian,” tegasnya.[]

Demonstrasi Banser di Depan Trans7 Memanas, Orator Lontarkan Ancaman Keras

TERKAIT LAINNYA