Daerah

Akademisi USK: Pembangunan Aceh Besar Tepat Sasaran, Sentuh Kebutuhan Rakyat

KETIKKABAR.com – Penilaian terhadap keberhasilan pembangunan suatu daerah seringkali terfokus hanya pada kuantitas infrastruktur fisik yang dibangun.

Padahal, menurut akademisi dan pengamat sosial Drs. Abu Bakar, M.Si, infrastruktur sosial justru memiliki peran yang lebih penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan menentukan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs Abu Bakar MSi, akademisi sekaligus pengamat sosial dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang juga Wakil Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Besar, saat dimintai tanggapan terkait penilaian sebagian pihak yang menyebut pembangunan Aceh Besar masih jalan di tempat selama masa kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris dan Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya sering kali masyarakat melihat barometer pembangunan hanya dari sisi infrastruktur saja. Padahal, di Aceh Besar, infrastruktur sosial sudah berkembang dengan baik.

“Program di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial terus berjalan, dan itu tidak pernah diabaikan oleh Bupati dan Wakilnya saat ini,” ucap Abu Bakar.

BACA JUGA:
Percepat Pembangunan Infrastruktur, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Cor Pondasi Jembatan Gantung di Desa Teger Miko, Aceh Tenggara

Di sektor pendidikan, ia mencontohkan, Pemerintah Aceh Besar saat telah menujukkan komitmen dan perahatian yang sangat serius melalui sebuah Program Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) yang diperkuat dengan mengimplementasikan program Beut Kitab Bak Sikula yang sudah hampir dua bulan berjalan.

Menurut Abu Bakar, langkah ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda Aceh Besar yang berdaya saing tinggi, baik secara intelektual maupun dalam membentuk kompetensi kepribadian yang berkarakter Islami.

“Tidak selamanya pembangunan harus diwujudkan lewat proyek mercusuar. Program pendidikan yang terintegrasi jauh lebih penting untuk masa depan,” ujarnya.

Selain itu, perhatian terhadap masyarakat miskin, anak yatim, dan penyandang disabilitas juga menjadi bukti pembangunan sosial yang dijalankan.

BACA JUGA:
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Gelar Turnamen Tenis Kapolda Aceh Cup 2026

Abu Bakar menegaskan, pembangunan fisik memang penting, tetapi infrastruktur sosial merupakan fondasi yang menentukan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan harus dipandang secara komprehensif.

“Pembangunan harus dipandang secara komprehensif, bukan hanya dari jalan dan gedung, tapi juga dari kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan kepedulian sosial,” pungkasnya. []

Sidang Paripurna DPRK: Pemkab Aceh Besar Terima Pandangan Umum Fraksi Soal APBK Perubahan 2025

TERKAIT LAINNYA