Internasional

Tanggapi Ancaman Nuklir Rusia, Donald Trump: AS Harus Siap Sepenuhnya

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa AS harus selalu “siap sepenuhnya” menghadapi potensi konfrontasi apa pun, termasuk perang nuklir.

Pernyataan ini disampaikan Trump sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai “ancaman” tidak pantas dari mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menjelaskan keputusannya untuk menempatkan dua kapal selam nuklir lebih dekat ke perairan Rusia. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk menjamin keamanan nasional AS.

“Ya, kami harus melakukannya. Kami harus berhati-hati. Sebuah ancaman telah dilontarkan, dan kami pikir itu tidak pantas,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari RT.

“Jadi, saya mengambil langkah itu demi keselamatan rakyat kami. Ancaman telah dilontarkan oleh mantan presiden Rusia, dan kami akan melindungi rakyat kami.”

Trump menambahkan, “Nah, Anda tinggal baca saja apa yang dia (Medvedev) katakan. Dia bicara soal nuklir. Kalau bicara nuklir, kita harus siap. Dan kita sudah benar-benar siap.”

Sebelumnya, pada Jumat, Trump mengumumkan melalui unggahan di Truth Social bahwa ia telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir AS ke apa yang disebutnya sebagai “wilayah yang tepat.” Langkah ini diambil sebagai balasan atas pernyataan Medvedev di media sosial.

BACA JUGA:  Runtuhnya Imperium Sheikh Hasina: Rp112 Triliun Disita, Akhir Pahit dari 15 Tahun Berkuasa

Trump mengecam retorika mantan pemimpin Rusia itu sebagai “bodoh dan provokatif,” dan memperingatkan bahwa “kata-kata sangat penting, dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan.”

Perselisihan memanas setelah Trump menyebut Medvedev sebagai pemimpin yang “gagal” dan memintanya “berhati-hati dalam berbicara.

” Medvedev, yang kini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, membalas dengan pesan keras yang merujuk pada sistem pembalasan nuklir otomatis ‘Perimetr’ atau yang dikenal sebagai ‘Dead Hand’ sebuah sistem dari era Soviet yang diperkirakan masih aktif di Rusia.

“Dan tentang ‘ekonomi mati’ India dan Rusia, serta ‘memasuki wilayah yang sangat berbahaya’—ya, biarkan dia mengingat film-film favoritnya tentang ‘orang mati berjalan’, dan betapa berbahayanya ‘Dead Hand’ yang legendaris itu,” tulis Medvedev.

BACA JUGA:  Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Deklarasikan Perang Total Lawan AS

Meskipun Rusia belum pernah secara resmi mengonfirmasi keberadaan sistem ‘Dead Hand’, para analis Barat meyakini bahwa sistem ini berfungsi sebagai pencegah terakhir.

Sistem ini dirancang untuk memastikan Rusia tetap dapat melancarkan serangan nuklir balasan sekalipun kepemimpinannya telah musnah akibat serangan musuh.

Hingga saat ini, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan komentar lebih lanjut. Klaim Trump tentang penempatan ulang kapal selam tersebut juga tidak dapat diverifikasi, mengingat lokasi pasti dan area patroli kapal selam nuklir AS merupakan rahasia militer yang sangat dijaga.[]

Rudapaksa Ibu Mertua, Oknum Polisi di Buton Utara Dipecat Tidak Hormat

TERKAIT LAINNYA