KETIKKABAR.com – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyentil Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) agar tidak tinggal diam dalam menghadapi kasus beras oplosan yang meresahkan masyarakat.
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menyampaikan, meski penanganan teknis berada di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), bukan berarti Kemenko Pangan lepas tangan dari persoalan.
“Tolong itu Menkonya juga turun tangan, jangan diem-diem aja. Supaya ini dikoordinasikan ya. Jangan sedikit-sedikit heboh ini heboh itu. Ini rakyat jadi bingung,” ujar Titiek di Gedung Nusantara, Kompleks DPR RI, Senayan, Rabu (16/7/2025).
Titiek menegaskan, pemerintah harus tegas dan tidak pilih kasih dalam menindak pelaku pengoplosan beras. Baik perusahaan besar maupun kecil, kata dia, harus mendapat perlakuan hukum yang sama jika terbukti nakal.
“Kita nggak boleh pilih-pilih itu perusahaan besar atau kecil, harus ditindak ya,” tegasnya.
Baca juga: Sri Mulyani: APBN 2024 Terseok-seok di Tengah Gejolak Global
“Kalau memang ada yang nakal, apalagi dari perusahaan besar, itu supaya ditindak. Paling tidak dikasih efek jera supaya hal seperti ini tidak terulang kembali,” sambung putri Presiden ke-2 RI Soeharto itu.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri mengungkap praktik pengoplosan beras murah menjadi beras premium. Hasil investigasi menunjukkan adanya 212 merek beras yang tidak sesuai dengan standar mutu nasional.
Investigasi tersebut dilakukan pada 6–23 Juni 2025 terhadap 268 sampel beras dari 212 merek yang beredar di 10 provinsi.
Pengujian dilakukan terhadap dua kategori beras: premium dan medium, dengan fokus pada parameter seperti kadar air, butir patah, persentase beras kepala, dan tingkat sosoh.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena berdampak langsung terhadap harga dan kepercayaan konsumen terhadap produk beras di pasaran.[]











