KETIKKABAR.com – Sebuah pertemuan penuh makna dan kehangatan berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Azhar, Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/7/2025). Tiga tokoh dari tiga dunia berbeda, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ustaz Abdul Somad (UAS), dan pengamat politik Rocky Gerung — bertemu dalam suasana akrab untuk berdiskusi tentang persatuan, kritik, dan masa depan bangsa.
Tak sekadar silaturahmi, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara ulama, umara, dan kaum intelektual, sekaligus mempertegas bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun negeri.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan kuat soal sinergi antar elemen bangsa.
“Kami ingin dikritik, dikoreksi, karena kami ingin institusi ini terus membaik dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” ujarnya, Minggu (13/7).
Kapolri juga menyebut pertemuan ini sebagai takdir persaudaraan, bukan sekadar agenda formalitas.
“Musuh satu terlalu banyak, tapi teman seribu masih kurang. Maka pertemuan seperti ini sangat berharga untuk membangun ikatan hati demi negeri ini,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keberagaman dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
Menyambut kedatangan Kapolri, Ustaz Abdul Somad mengenang hubungan baiknya dengan institusi Polri yang sudah terjalin sejak 2008.
“Besi bukan sebarang besi, besi yang dipakai untuk membelah kayu. Polisi bukan sembarang polisi, tapi polisi yang peduli kepada pohon kayu. Inilah dia Pak Herry,” ucap UAS disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Baca juga: Rocky Gerung Sindir Pedas Soal Ijazah Jokowi: “Asli Ijazahnya, Palsu Pemiliknya”
UAS menyentil budaya masyarakat yang sering tak siap menghadapi perbedaan.
“Kalau sudah bersaudara, kadang tak siap berbeda. Kalau sudah berbeda, enggak mau bersaudara. Tapi hari ini kita buktikan bahwa kita bisa berbeda dan tetap bersaudara,” katanya.
Di akhir, UAS menyambut Kapolri dengan doa:
“Ahlan Wasahlan. Bapak kami anggap saudara, dan semoga semua urusan Bapak dimudahkan Allah SWT.”
Dikenal kritis dan tajam, Rocky Gerung tampil dengan narasi filosofis yang justru menyentuh.
“Persahabatan yang paling jujur adalah dalam perbedaan,” ungkapnya.
Rocky juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Green Policing oleh Polda Riau, yang dianggap sebagai langkah konkrit dalam menjaga lingkungan dan masa depan generasi muda.
“Kapolda tidak hanya menanam jagung, tapi juga menanam harapan. Dia menanam kaki-kaki anak muda Riau agar mereka bisa berlari menyongsong masa depan,” katanya, memukau audiens.
Acara ini turut dihadiri para pejabat tinggi Polri, antara lain:
-
Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo
-
Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar
-
Kadivpropam Irjen Abdul Karim
-
Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho
-
Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho
-
Kapolda Riau Irjen Hery Heryawan
-
Gubernur Riau Abdul Wahid
Pertemuan ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas antar elemen strategis bangsa, tapi juga menjadi ruang dialog yang konstruktif, mempertemukan negara, agama, dan akal sehat dalam satu forum penuh kehangatan. []


















