Hiburan

Viral! Driver Grab di Singapura Raup Rp76 Juta per Bulan, Tinggal di Vila Mewah Bernilai Rp5 Miliar

KETIKKABAR.com – Siapa bilang jadi driver ojek online tak bisa hidup mewah? Seorang driver Grab asal Singapura, Afiq Zayany, membuktikan bahwa kerja keras dan strategi bisa mengantarnya pada kehidupan layaknya seorang “sultan”.

Namanya mendadak viral setelah mengungkapkan penghasilannya yang mencapai Rp76 juta per bulan, hanya dari orderan Grab, tanpa bisnis sampingan.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube MothershipSG, Afiq dengan santai menjelaskan bahwa dirinya bisa meraup 4.000 hingga 6.000 SGD (sekitar Rp51–76 juta) per bulan sebagai driver Grab di Singapura.

“Beneran nih? Ya beneran dong! Aku bisa dapat 4–6 ribu SGD hanya sebagai driver Grab,” ungkap Afiq.

Dalam sehari, Afiq menyelesaikan 25 orderan dalam waktu 6–7 jam kerja, menghasilkan sekitar 200 SGD atau Rp3 juta per hari. Bahkan, pada bulan Mei lalu, penghasilannya mencapai Rp16,3 juta hanya dari pokok orderan, belum termasuk insentif mingguan yang menambah hingga Rp2 juta lebih.

BACA JUGA:
Mimpi Lihat Jenazah Sendiri, Mpok Atiek Komitmen Fokus Siapkan Bekal Akhirat

Baca juga: Amanda Manopo Jadi Korban Pelecehan: “Sebelum Tragedi Tete Gue Diremas”

Afiq menjelaskan bahwa kunci utama penghasilannya adalah kedisiplinan, strategi waktu, dan konsistensi kerja.

“Kalau ambil libur seminggu, aku bisa bawa pulang 4.000 SGD. Tapi kalau kerja sebulan penuh tanpa libur, bisa tembus hampir 7.000 SGD,” katanya.

Ia mengaku sudah bekerja sebagai driver Grab selama dua sampai tiga tahun, dan menjadikan profesi ini sebagai penghasilan utama.

Buah dari kerja kerasnya, Afiq kini tinggal di villa dua lantai di kawasan elit Johor Bahru, Malaysia, yang bernilai sekitar Rp5,4 miliar. Menariknya, rumahnya itu berada di kompleks lapangan golf yang jauh dari kesan sederhana.

BACA JUGA:
Nama Drummer Yoyo Padi Terseret Isu Perselingkuhan dengan Feby Belinda di Media Sosial

Meski harus menyeberangi perbatasan Malaysia–Singapura setiap hari, Afiq tidak mengeluh. Baginya, kenyamanan dan gaya hidup yang ia dapatkan kini sepadan dengan perjuangannya.

Namun Afiq juga bicara jujur dan realistis soal tantangan pekerjaannya. Meski fleksibel dan berpenghasilan besar, tidak ada jenjang karier dan risiko di jalan selalu mengintai.

“Gajinya lumayan dan fleksibilitasnya bagus. Tapi kenyataannya, nggak ada perkembangan karier dan Anda harus ambil risiko setiap hari,” tegasnya.[]

TERKAIT LAINNYA