Edukasi

UIN Ar-Raniry Persembahkan Buku “Se-Abad Mahathir” untuk 100 Tahun Sang Negarawan Malaysia

KETIKKABAR.com – Dalam rangka memperingati usia seabad Tun Dr. Mahathir Mohamad, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh meluncurkan sebuah buku edisi khusus bertajuk “Se-Abad Mahathir & Hubungan Aceh–Malaysia”.

Peluncuran buku ini menjadi bentuk penghormatan istimewa kepada sosok negarawan besar Malaysia yang akan genap berusia 100 tahun pada 10 Juli 2025 mendatang.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, yang juga menjadi salah satu penulis buku bersama Rahmad Syah Putra, menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi besar Mahathir dalam memperkuat solidaritas dunia Islam dan hubungan serumpun Aceh–Malaysia.

“Ini bukan sekadar buku biografi. Ini adalah refleksi mendalam atas peran strategis Mahathir dalam diplomasi kemanusiaan dan solidaritas antarbangsa, khususnya dalam mendukung Aceh di masa-masa kritis,” ungkap Prof. Mujiburrahman, Ahad (6/7/2025).

BACA JUGA:
Beasiswa PIP Usulan Teuku Riefky Harsya Jangkau 2.098 Pelajar di Aceh Barat

Buku ini menelusuri jejak historis keterlibatan Mahathir dengan Aceh, mulai dari dukungannya dalam rehabilitasi pasca-tsunami 2004, hingga kontribusinya terhadap proses perdamaian Aceh.

Penulis menggambarkan bagaimana Mahathir menjadi figur penting dalam membangun jembatan solidaritas Islam dan hubungan serumpun antara dua wilayah yang terpisah lautan, namun dekat secara budaya dan sejarah.

“Ini adalah cermin dari relasi panjang Aceh–Malaysia, yang didasari nilai keislaman, kemanusiaan, dan persaudaraan Melayu,” tegas Mujiburrahman.

Menurut Mujiburrahman, peluncuran buku ini juga merupakan bagian dari misi intelektual UIN Ar-Raniry sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tertua ketiga di Indonesia, yang kini aktif memperkuat posisi regional dalam jejaring keilmuan dan diplomasi budaya.

BACA JUGA:
USK Dukung Transformasi Pendidikan Dokter Spesialis dalam Forum Nasional Menko PMK

“Kami ingin UIN Ar-Raniry menjadi jembatan intelektual dan kebudayaan Aceh–Malaysia. Buku ini adalah bagian dari langkah nyata menuju hal itu,” katanya.

Diterbitkan oleh Bandar Publishing, buku ini diharapkan menjadi literatur penting dalam bidang sejarah, diplomasi, dan hubungan internasional.

Tak hanya itu, karya ini juga diharapkan dapat mempererat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia serta menginspirasi kolaborasi antarnegara berbasis nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.[]

TERKAIT LAINNYA