Politik

Gelar Drs Jokowi dari Mana?” Beathor Bongkar Data Baru

KETIKKABAR.com – Politikus senior PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, kembali membuat gebrakan. Kali ini, ia mengklaim mengantongi data terbaru terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan itu dilontarkan Beathor dalam video yang diunggah kanal YouTube Bicara Dr Ahmad Yani SH berjudul “Beathor Suryadi Buka Data dan Bukti Dugaan Ijazah Palsu Jokowi” pada Sabtu, 28 Juni 2025.

“Saya punya dua informasi. Data terbaru. Yang satu dari Mas Taufik, penggugat ijazah Jokowi di PN Solo,” ungkap Beathor.

Beathor mempertanyakan penggunaan gelar “Drs” oleh Jokowi, padahal publik mengenalnya sebagai lulusan Teknik Kehutanan UGM yang semestinya menyandang gelar “Ir” (insinyur).

“Selama kuliah di UGM, lulus dapat Ir. Kok dipakainya Drs? Drs-nya dari mana? Kampus mana? Kenapa justru UGM-nya disingkirkan?” tanyanya.

Baca juga: Beathor Tuding Jokowi Timbun Harta Triliunan di Tempat Rahasia

Menurut Beathor, keterangan dari warga Solo dan Ketua KPU Solo menyebutkan Jokowi menggunakan dua titel berbeda saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

BACA JUGA:
Isu Pengambilalihan NasDem Mencuat, Bisnis Surya Paloh Disebut Jadi Pemicu

“Kadang pakai Ir, kadang pakai Drs, tergantung kebutuhan. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” jelasnya.

Beathor mengungkap fakta mengejutkan soal pendaftaran Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Ia menyebut, Tim Jokowi dari Solo mengaku tak punya dokumen lengkap, dan justru meminta bantuan Tim DKI untuk menyusun dokumen baru.

“Tim Solo bilang: ‘Kami tidak punya dokumen’. Maka dibentuklah tim. Orang bernama Denny membantu membuat draft. Lalu muncul data aneh, seperti umur ibu Jokowi yang hanya beda 11 tahun dengan anaknya,” beber Beathor.

“Dokumen sekolah dibuat dengan menyusun foto-foto dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Wajahnya sama, tapi banyak ketidaksesuaian,” tambahnya.

Beathor juga menyoroti hilangnya dokumen legalisir di KPU, baik di Solo maupun Jakarta. Ia menyebut pernyataan soal “stempel basah” sebagai pembenaran yang janggal.

BACA JUGA:
Prabowo Instruksikan Menteri ESDM Segera Eksekusi Pencabutan IUP di Kawasan Hutan

“Katanya legalisir pakai stempel basah. Kalau dari Pramuka pasti lebih basah dibanding kiriman dari Jogja, kan dekat. Ini sarkasme saya,” ujarnya.

Baca juga: Paiman Dibongkar Eks Intel BIN

Beathor mengaku melakukan investigasi karena terganggu dengan narasi bahwa PDIP harus bertanggung jawab karena mengusung Jokowi.

“Saya terganggu. Saya lacak ke sana-sini. Muncul nama Bambang Tri, lalu investigasi Roy Suryo dan kawan-kawan yang temui pemilik kos di Pasar Pramuka,” ungkap Beathor.

Beathor meyakini Pasar Pramuka adalah lokasi yang menjadi titik kunci dugaan pemalsuan dokumen. Ia bahkan menyebut nama Prof. Paiman, pemilik kios di lokasi itu yang sebelumnya juga terseret isu ijazah.

“Apa lagi yang mau saya lakukan? Sudah lengkap. Dua titel, data, saksi, lokasi, bahkan sosok pembuatnya,” pungkas Beathor.[]

TERKAIT LAINNYA