KETIKKABAR.com – Nama Prof. Dr. Paiman Raharjo kembali mengguncang jagat pemberitaan nasional. Tokoh pendidikan sekaligus mantan Wakil Menteri Desa ini tiba-tiba disebut dalam isu sensitif yang tak kunjung padam: dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Adalah Beathor Suryadi, politikus senior PDI Perjuangan, yang menyulut api kontroversi itu. Dalam pernyataan terbukanya, Beathor mengklaim tim investigasi internal—yang melibatkan kader PDIP DKI Jakarta—telah menemukan “titik terang” soal dugaan manipulasi dokumen akademik Presiden.
Dan nama yang disebut-sebut sebagai sosok sentral dalam dugaan itu: Paiman Raharjo.
“Pak Paiman dikenal dekat dengan Jokowi. Bahkan pernah memimpin relawan Sedulur Jokowi. Dugaan kami, pernah ada pertemuan penting antara mereka di Pasar Pramuka terkait penyusunan dokumen,” ujar Beathor dengan nada penuh keyakinan.
Yang mengejutkan, Beathor juga menyinggung latar belakang Paiman yang dulu pernah membuka usaha jasa pengetikan dan fotokopi di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Timur—lokasi yang kini disebut-sebut sebagai “TKP” dugaan pemalsuan.
Tak berhenti di situ, Beathor mendesak aparat penegak hukum untuk menghentikan kriminalisasi terhadap para aktivis yang selama ini dituduh menyebarkan informasi palsu tentang ijazah Jokowi.
“Jika lokasi dan aktornya sudah teridentifikasi, maka bukan aktivis yang harus diperiksa. Fokus seharusnya bergeser,” tegasnya.
Baca juga: “Ijazah Pasar Pramuka”? Beathor Guncang Lagi Soal Jejak Jokowi!
Dihubungi secara terpisah, Prof. Paiman Raharjo tidak menampik bahwa ia memang pernah membuka usaha fotokopi di Pasar Pramuka. Namun ia membantah keras semua tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam pemalsuan ijazah presiden.
“Saya dulu hanya orang kecil yang berjuang untuk bisa kuliah. Usaha itu saya jalankan dari 1997 sampai 2002. Setelah itu saya tutup dan fokus menjadi dosen,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kios yang dimilikinya bukan percetakan berskala besar, melainkan hanya usaha kecil-kecilan untuk bertahan hidup semasa kuliah. Ia juga mengaku tidak mengenal siapa pun yang dikaitkan dalam tuduhan tersebut.
“Saya tidak punya percetakan, saya tidak pernah membuat ijazah siapa pun. Tuduhan itu tidak berdasar,” tegasnya.
Meski kecewa, Paiman memilih untuk menyerahkan semua pada proses hukum yang berlaku. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Saya hanya berharap masyarakat tidak terpancing isu liar. Kita tunggu saja proses hukum yang adil dan transparan,” pungkasnya.[]




















