Internasional

Trump Serang Nuklir Iran, Khamenei Balas Dendam: Hukuman Belum Selesai!

KETIKKABAR.com  – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya angkat bicara usai serangan dahsyat Amerika Serikat ke tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Namun yang mengejutkan, bukan AS yang langsung diserangnya. Justru Israel kembali jadi sasaran utama kemarahan Teheran.

“Musuh Zionis telah melakukan kesalahan fatal, kejahatan besar. Mereka harus dihukum—dan mereka sedang dihukum sekarang. #AllahuAkbar,” tulis Khamenei lewat akun X-nya, Senin (23/6/2025).

Pernyataan keras ini menandai respons publik pertama Khamenei sejak dimulainya Operasi Midnight Hammer oleh AS, yang melibatkan 125 pesawat militer, termasuk 7 pembom siluman B-2 dan puluhan rudal Tomahawk.

Baca juga: Trump Tertipu! Iran Evakuasi 400 Kg Uranium Sebelum Rudal AS Menghantam

BACA JUGA:  Iran Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS yang Disampaikan Lewat PM Irak

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan ke Fordow “berhasil melumpuhkan” situs nuklir paling dijaga Iran. Namun Iran bersikeras: “Kami sudah evakuasi. Pengetahuan tak bisa dibom.”

“Tidak ada radiasi. Tidak ada korban. Dan tidak ada yang bisa menghentikan kemajuan nuklir kami,” ujar pejabat Energi Atom Iran.

Satelit memperlihatkan kawah raksasa dan kerusakan besar, tapi para analis menilai dampaknya tidak sebesar narasi Washington.

Tak lama setelah AS menyerang, Israel ikut masuk gelanggang. 30 jet tempur IAF menghantam target strategis di Iran, termasuk Pusat Komando Rudal ‘Imam Hussein’ di provinsi Yazd.

Baca juga: Putin Turun Tangan! Rusia Kutuk Serangan AS, Medvedev Ancam Iran Bisa Dapat Nuklir

BACA JUGA:  Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London Diduga Akibat Overdosis

Namun Iran tak tinggal diam. Sistem pertahanan IRGC berhasil menjatuhkan drone canggih Hermes 900 milik Israel di provinsi Markazi, Iran tengah.

“Sistem pertahanan udara dalam negeri kami siap sepenuhnya,” tulis surat kabar Shargh.

Dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan:

“Serangan AS melanggar hukum internasional dan NPT. Ini garis merah besar bagi kami.”[]

TERKAIT LAINNYA