Internasional

Jejak Peradaban 1.300 Tahun Silam, Arkeolog Temukan Masjid Kuno Berprasasti Awal Islam di Arab Saudi

KETIKKABAR.com — Dunia arkeologi Islam kembali mencatatkan penemuan monumental setelah para peneliti berhasil menyingkap keberadaan sebuah masjid kuno berusia lebih dari 1.300 tahun di wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Situs bersejarah yang diyakini memegang peranan krusial dalam memetakan evolusi arsitektur sakral Islam awal ini ditemukan dalam musim keempat ekskavasi di situs Al-Ma’malah, yang terletak di Distrik Al-Aqiq, Provinsi Al-Baha, bagian barat daya Arab Saudi.

Komisi Warisan Arab Saudi secara resmi merilis dokumentasi visual situs purbakala tersebut melalui rekaman video yang menarik perhatian pemerhati sejarah global.

Dari hasil ekskavasi intensif, tim peneliti mendapati struktur bangunan utama yang tersusun dari material batu granit lokal yang telah dipotong dan dibentuk secara presisi, serta dihiasi oleh sebaran prasasti Islam kuno di dinding interior maupun eksteriornya.

Secara struktural, bangunan masjid purba ini memiliki bentang panjang sekitar 16 meter dan lebar 10 meter, dilengkapi dengan elemen arsitektur penting seperti mihrab serta menara berbentuk persegi yang berdiri kokoh di sisi tenggara kompleks.

BACA JUGA:  Kodim 0111/Bireuen Gelar Bakti Sosial Kesehatan dan Salurkan Ratusan Paket Sembako

Jejak peradaban masa lalu semakin terlihat jelas tatkala para arkeolog mendeteksi adanya sisa-sisa lapisan plester gipsum yang melapisi sejumlah bidang dinding interior, menandakan tingkat pengerjaan bangunan yang cukup maju pada masanya.

Selain ruang utama ibadah, kompleks masjid kuno ini terkoneksi langsung dengan delapan ruangan penunjang yang diduga difungsikan untuk berbagai keperluan operasional keagamaan maupun sosial, serta memiliki tiga akses pintu masuk yang masing-masing menghadap ke sisi timur, barat, dan selatan.

Salah satu temuan paling bernilai tinggi dan menyita perhatian dari situs ini adalah keberadaan inskripsi epigraf Islami yang tersebar di sekujur dinding bangunan.

“Hal yang membedakan masjid ini adalah keberadaan inskripsi Islami berupa tulisan atau ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat baik pada dinding bagian dalam maupun bagian luar masjid,” ujar salah satu anggota tim arkeolog, seperti dikutip dari Khaleej Times, Senin (21/9/2026).

Lebih istimewa lagi, pada struktur dinding kiblat, tim peneliti menemukan inskripsi beraksara Arab kuno yang memuat kalimat doa menyentuh tertuju kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Pesan religius tersebut jika diterjemahkan berbunyi: “Semoga limpahan berkah orang-orang saleh dan insan-insan pilihan tercurah kepada Muhammad, putra Abdullah. Amin. Wahai Tuhan Yang Maha Benar, Tuhan semesta alam.”

BACA JUGA:  Tingkatkan Efisiensi Keuangan Sekolah, Bank Aceh Sosialisasi Internet Banking Corporate di Bireuen

Keberadaan prasasti autentik ini memberikan validasi historis yang kuat mengenai fungsi spiritual bangunan pada fase formatif sejarah Islam di jazirah Arab.

Penemuan situs di Al-Baha ini kian melengkapi rantai panjang temuan benda-benda bersejarah yang berkaitan erat dengan era awal peradaban Islam di Kerajaan Arab Saudi.

Sebelumnya, pada bulan Juni lalu, tim arkeolog juga sukses mendokumentasikan sebanyak 1.774 artefak bernilai sejarah tinggi di wilayah Al-Mahd, Provinsi Madinah, termasuk penemuan prasasti batu bertuliskan nama sahabat utama sekaligus khalifah kedua, Umar ibn Al-Khattab, yang memuat inskripsi: “Allah adalah Pelindung Umar bin al-Khattab di dunia dan akhirat. Tiada Tuhan selain Allah.”

Rangkaian penemuan spektakuler ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah Arab Saudi dalam mengeksplorasi, merawat, serta mendokumentasikan warisan peradaban Islam lintas wilayah.[]

TERKAIT LAINNYA