KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran, hanya beberapa jam setelah memerintahkan serangan besar-besaran ke tiga fasilitas nuklir utama negeri para Mullah: Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Melalui pernyataan resmi dan unggahan di platform Truth Social, Trump memperingatkan bahwa setiap balasan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang “jauh lebih besar” dari serangan sebelumnya.
“Setiap balasan oleh Iran terhadap Amerika Serikat akan dihadapi dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang disaksikan malam ini. Terima kasih!” tulis Trump, dikutip dari CNN.
Operasi militer tersebut dilancarkan dengan pesawat pengebom siluman B-2 dan rudal Tomahawk, menyasar:
-
Fordow, fasilitas pengayaan uranium bawah tanah dekat Qom
-
Natanz, pusat pengayaan uranium terbesar Iran
-
Isfahan, pusat riset nuklir yang dibangun dengan bantuan Tiongkok
Trump mengklaim bahwa Fordow telah “dihancurkan total”.
“Muatan penuh bom dijatuhkan di Fordow. Fasilitas itu sudah hilang,” tegas Trump.
“Kami menyelesaikan serangan sangat sukses terhadap tiga lokasi utama. Semua pesawat kini telah keluar dari wilayah udara Iran.”
Dalam unggahannya, Trump bahkan mengutip ulang pernyataan bergema: “Fordow Sudah Hilang.”
Baca juga: Iran Hujani Israel dengan 27 Rudal, Tel Aviv dan Haifa Porak-poranda
Presiden ke-45 AS itu menegaskan bahwa serangan ini bukan puncak. Bila Iran membalas, AS siap menggempur lebih banyak target strategis hanya dalam hitungan menit.
“Masih banyak target tersisa. Ini tidak bisa terus berlanjut. Akan ada perdamaian, atau tragedi yang jauh lebih besar dari delapan hari terakhir,” kata Trump, mengutip Anadolu.
Trump juga menyebut pidatonya malam nanti akan menjadi “momen bersejarah bagi Amerika Serikat, Israel, dan dunia.”
Di tengah kegentingan ini, Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi bahwa sejak konflik meningkat pada 13 Juni:
-
430 warga sipil Iran tewas
-
Lebih dari 3.500 terluka akibat serangan udara Israel
Sementara itu, di Israel sendiri, sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan luka-luka akibat rentetan serangan balasan dari Iran.[]


















