Daerah

Komisi III DPRA Dukung Pembangunan PLTSa, Dorong Aceh Masuk dalam Revisi Perpres 35/2018 sebagai Lokasi Prioritas

KETIKKABAR.com – Anggota Komisi III DPRA, Hasballah alias Cut Apa, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah pusat dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di 33 kota besar Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Aceh harus masuk dalam daftar prioritas, dan kini berbagai langkah konkret tengah diupayakan.

“Kami menyambut baik kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dalam mendorong PLTSA di berbagai provinsi. Ini solusi penting untuk darurat sampah sekaligus memperkuat energi terbarukan. Aceh jangan hanya jadi penonton,” tegas Hasballah, Minggu (22/6/2025).

Beberapa hari sebelumnya, Cut Apa bersama Hadi Surya (Sekretaris Komisi III DPRA), Kadis PUPR Aceh Mawardi, dan perwakilan Aspebindo Aceh M. Fauzan Febriansyah bertemu langsung dengan Yunnan Construction and Investment Holding Group Co., Ltd (YCIH), investor proyek PLTSA yang saat ini menggarap proyek di Surabaya.

BACA JUGA:
Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah, Wujud Kepedulian Kemanusiaan

“Pertemuan dengan Yunnan membuka peluang besar. Mereka siap jika Aceh serius menyiapkan prasyarat teknis dan kebijakan,” ungkap Hasballah.

Baca juga: Bupati Aceh Besar Desak SPAM Regional 1 Segera Dibangun

Hasballah menyampaikan, bersama Pemerintah Aceh dan Forum Bersama (Forbes) DPR/DPD RI asal Aceh, pihaknya tengah mengupayakan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan PLTSA di tujuh kota besar.

“Kita akan dorong agar Aceh masuk revisi Perpres. Tidak cukup hanya menunggu. Harus ada kerja advokatif agar Aceh diakui sebagai daerah yang siap dan strategis,” tegas Ketua Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar itu.

Hasballah juga menekankan bahwa masalah sampah sudah masuk kategori darurat di Aceh, terutama di Banda Aceh dan Aceh Besar. Ia menyebut dua wilayah ini layak menjadi percontohan proyek PLTSA bila didukung infrastruktur dan regulasi yang tepat.

BACA JUGA:
Sinergi TNI dan Warga, Jembatan Aramco Aceh Selatan Rampung dalam 16 Hari

“PLTSA bukan sekadar proyek listrik. Ini solusi lingkungan. Kalau Palembang dan Surabaya sudah jalan, kenapa Aceh tidak?” pungkasnya.[]

TERKAIT LAINNYA