KETIKKABAR.com – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Iran meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke Israel, Minggu pagi (22/6/2025), sebagai balasan atas serangan militer Amerika Serikat ke tiga fasilitas nuklir Iran.
Menurut laporan Al Jazeera dan AFP, militer Israel mencatat total 27 rudal ditembakkan dari Iran dalam dua gelombang serangan.
-
22 rudal pada serangan pertama
-
5 rudal pada serangan kedua
-
Jeda waktu antar serangan: hanya 30 menit
Sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah Israel. Ledakan terdengar keras di Tel Aviv, Haifa, dan kawasan lainnya di Israel tengah serta utara. Dampak parah dilaporkan di sedikitnya 10 lokasi berbeda, termasuk wilayah pesisir dan Dataran Tinggi Golan.
“Serangan ini berbeda. Biasanya jeda serangan rudal beberapa jam, kali ini hanya 30 menit. Ini eskalasi,” ungkap sumber militer Israel.
Baca juga: Hujan Rudal Iran Lumpuhkan Israel, 20 Orang Terjebak Reruntuhan
Kerusakan dan korban:
-
16 orang dilaporkan luka-luka
-
Puluhan bangunan rusak
-
Tim medis dan penyelamat masih menyisir lokasi reruntuhan
Beberapa jam sebelum Iran meluncurkan rudalnya, pesawat pengebom dan rudal jelajah AS menghantam tiga lokasi nuklir di Iran. Presiden Donald Trump memerintahkan operasi itu, menyebutnya sebagai “langkah pertahanan pre-emptive.”
Langkah tersebut secara langsung menggeser posisi AS dari defensif ke ofensif, menempatkan kawasan dalam ancaman konflik terbuka.
“Iran tidak boleh hanya diam saat diserang,” ujar Menlu Iran Abbas Araghchi di media sosial.
“Kami memiliki semua opsi untuk membela diri.”
Sementara itu, Presiden Trump mengancam akan melanjutkan gelombang serangan kecuali Iran “mengupayakan perdamaian.”
Analis geopolitik dan pasar global memperingatkan bahwa guncangan besar di sektor energi dunia tinggal menunggu waktu.
-
Harga minyak mentah langsung melonjak
-
Potensi blokade Selat Hormuz menjadi ancaman nyata
-
Selat ini menjadi jalur vital 21% perdagangan minyak dunia
“Jika Iran menutup Hormuz, harga minyak bisa tembus $120 per barel,” ujar George Saravelos dari Deutsche Bank.[]










