KETIKKABAR.com – Fakta mengejutkan terungkap dari insiden pendaratan darurat pesawat Saudi Airlines di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Selasa pagi. Sebanyak 442 jamaah haji asal Indonesia terpaksa mendarat mendadak akibat ancaman bom yang diterima kru penerbangan.
Pesawat Boeing dengan nomor penerbangan dari Jeddah menuju Bandara Soekarno-Hatta itu membawa jamaah haji dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Dalam pernyataannya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa hampir seluruh penumpang adalah jamaah haji yang baru saja pulang dari Tanah Suci.
“Iya, itu jamaah haji yang mau pulang ke Indonesia. Jumlahnya 442 orang,” kata Ferry.
Baca juga:Jamaah Haji Asal Aceh Wafat Bertambah, Total Jadi Tujuh Orang
Ancaman bom, lanjut Ferry, tidak berasal dari penumpang, melainkan dikirim secara langsung kepada co-pilot saat pesawat sudah berada di udara. Informasi tersebut memaksa pilot mengambil keputusan cepat untuk mendarat di bandara terdekat.
“Informasi dikirim ke co-pilot, entah dari mana asalnya. Makanya pesawat mendarat darurat,” jelasnya.
Meski sempat membuat panik, seluruh penumpang selamat dan langsung dievakuasi ke ruang tunggu internasional Bandara Kualanamu. Pihak kepolisian kini masih menyelidiki asal-muasal pesan ancaman tersebut.
Pesawat seharusnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu siang, namun insiden ini mengubah jalur penerbangan secara drastis. Belum ada konfirmasi resmi dari Saudi Airlines terkait kronologi teknis kejadian maupun pengirim pesan ancaman.[]


















