KETIKKABAR.com – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Ana, mengaku tak kuasa menahan air mata saat melihat kondisi rumah warga yang tidak layak huni di sejumlah daerah di Aceh.
Hal ini disampaikannya dalam rapat pembahasan program bantuan rumah layak huni di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (11/6/2025), yang turut dihadiri oleh Dinas Perkim Aceh, Badan Baitul Mal, dan Bank Aceh.
“Saya tidak bisa tidur nyenyak malam itu. Terbayang terus rumah-rumah reyot yang saya lihat,” ujar Kak Ana haru, menceritakan kunjungannya ke rumah warga di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie. Salah satunya, sebuah rumah berlantai tanah di Tanah Pasir, Aceh Utara, yang membuatnya menangis.
Baca Juga: Pomda Aceh XIX Resmi Dibuka, Plt Sekda: “Ini Ajang Cetak Atlet Unggul & Bentuk Karakter Bangsa”
Ia menekankan pentingnya solidaritas semua pihak untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak.
“Kalau kita saling bantu, sedikit demi sedikit, tak ada lagi rumah tidak layak huni di Aceh,” ujarnya optimis.
Kepala Dinas Perkim Aceh, T Aznal Zahri, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti hasil tinjauan tersebut, dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Salah satu syaratnya, penerima bantuan harus memiliki status tanah yang sah.
“Karena kita tidak punya anggaran untuk pengadaan tanah,” katanya.
Dukungan juga datang dari Ketua Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal, yang mendorong agar program rumah layak huni ke depan disertai dengan pemberdayaan ekonomi keluarga. Sementara itu, Bank Aceh siap mendukung lewat dana CSR.[]


















