Nasional

Waspada Tanpa Panik! Menkes Sebut Kasus COVID-19 Naik Tipis, Mirip Flu Biasa

KETIKKABAR.com – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan adanya sedikit peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia. Hal ini terpantau dari laporan surveilans di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di berbagai daerah.

Namun, alih-alih memicu kekhawatiran, Menkes menegaskan bahwa lonjakan tersebut masih dalam batas wajar. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik, cukup dengan kembali menerapkan protokol kesehatan dasar seperti memakai masker saat bergejala dan menjaga kebersihan tangan.

“Ada kenaikan sedikit, tapi belum sebanyak seperti di Singapura atau Thailand. Mereka lebih tinggi karena banyaknya aktivitas perjalanan masuk,” kata Menkes kepada wartawan usai menghadiri acara di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025).

BACA JUGA:
Populasi Lampaui 60 Persen, Pemprov DKI Jakarta Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu

Sebagai perbandingan, Thailand melaporkan 65 ribu kasus baru dalam sepekan terakhir, sementara Singapura mencatat sekitar 15 ribu kasus. Meski demikian, Menkes menekankan bahwa situasi di Indonesia masih jauh lebih terkendali.

Pemerintah juga telah melakukan whole genome sequencing terhadap sampel kasus yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa varian yang beredar masih didominasi oleh turunan subvarian Omicron JN.1, yang dikenal memiliki tingkat keparahan rendah.

“Subvarian yang banyak beredar memang dari kelompok Omicron. Fatality rate-nya rendah, jadi tidak perlu panik. Kasus rawat inap dan kematian juga tidak melonjak,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes telah menginstruksikan seluruh dinas kesehatan di Indonesia untuk memperkuat sistem surveilans. Tujuannya, untuk memantau sebaran dan pola penularan di masyarakat secara real time.

BACA JUGA:
Selat Malaka Memanas, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Aparat Intelijen di Batam!

Meski virus terus bermutasi, Menkes memastikan bahwa dampaknya kini serupa dengan flu biasa. Oleh karena itu, belum ada rencana pembatasan kegiatan masyarakat seperti di masa pandemi sebelumnya.

“Yang penting kita sadar risiko masing-masing. Kalau sakit, pakai masker. Cuci tangan itu sudah cukup. Sampai sekarang belum ada rencana pembatasan, karena dampaknya tidak berat,” tegas Menkes.[]

TERKAIT LAINNYA