Hukum

“Buktikan, Jangan Fitnah!” Rismon Sianipar Balik Serang Silfester Matutina

KETIKKABAR.com – Pakar digital forensik, Rismon Sianipar, angkat bicara dengan nada keras menanggapi tudingan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, yang menyebut adanya “bohir” atau pendana besar di balik gugatan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

rismon dengan tegas membantah bahwa gerakannya dalam menyelidiki dugaan ijazah palsu Jokowi didanai pihak tertentu. Ia menegaskan seluruh kegiatan yang dilakukan, termasuk kunjungannya ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 April 2025, dibiayai dari kantong pribadi.

“Buktikanlah, jangan kalian memfitnah. Kami ini mengkaji dan menganalisa dengan algoritma,” ucap rismon dalam pernyataan di kanal YouTube Balige Academy.

Menanggapi tudingan adanya dana besar yang menopang langkah para penggugat, rismon menyindir keras pihak-pihak yang asal menuduh tanpa bukti.

BACA JUGA:
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

“Ada yang bilang dana besar, jangan memfitnah mentang-mentang kalian pengacara,” sindirnya tajam.

Bahkan, rismon menantang agar aparat penegak hukum atau lembaga seperti PPATK memeriksa rekening pribadinya untuk membuktikan tidak adanya aliran dana mencurigakan.

“Kalau saya punya pendana besar, tunjukkan! Suruh PPATK periksa rekening saya. Jangan sembarangan ngomong,” katanya.

Baca Juga: Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan, KP3-I: Polri Terlalu Membela

Ia juga menyayangkan bahwa kajian ilmiah yang berbasis algoritma dianggap sebagai fitnah. Baginya, tuduhan-tuduhan semacam itu mencederai nalar kritis dan idealisme.

“Saya hidup dengan idealisme saya. Saya jadi diri saya sendiri. Kalau ada yang bilang saya dibayar, buktikan! Saya ke Jogja pakai uang sendiri. Dibilang dibiayai Eggi Sudjana, Rizal Fadillah? Saya tidak terima satu rupiah pun!” tegasnya.

BACA JUGA:
Satu dari Dua Pelaku Penikaman Nus Kei di Maluku Tenggara Diduga Merupakan Atlet MMA

Sebelumnya, Silfester Matutina menyebut bahwa para penggugat ijazah Jokowi hanyalah pion-pion yang kelak akan dijadikan kambing hitam dalam pusaran hukum.

“Mereka ini sedang menggali lubang kubur sendiri,” ujar Silfester.[]

TERKAIT LAINNYA