KETIKKABAR.com – Warganet dihebohkan dengan viralnya video pernikahan sepasang remaja di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Adalah YL (14), siswi kelas 1 SMP, dan RN (16), mantan siswa SMK yang memutuskan berhenti sekolah, yang kini resmi menjadi pasangan suami istri.
Pernikahan keduanya digelar secara adat Sasak pada Senin, 5 Mei 2025 lalu. Tak berhenti di situ, prosesi Nyongkolan yang digelar secara meriah dan besar-besaran pada Rabu, 21 Mei 2025, turut menjadi sorotan publik setelah videonya ramai di media sosial.
“Supaya Tidak Dipisahkan”
RN akhirnya angkat bicara mengenai pernikahannya dengan YL. Remaja laki-laki ini mengaku nekat membawa lari YL ke Pulau Sumbawa agar hubungan mereka tidak dibubarkan.
“Supaya tidak dibelas (dipisahkan),” ungkap RN singkat saat ditemui di kediamannya, Minggu (25/5/2025).
Cinta Lama dengan Kakak Ipar
Menariknya, kisah cinta RN dengan YL bermula dari hubungan asmaranya dengan kakak kandung YL dua tahun silam. Hubungan itu kandas, dan hati RN justru berlabuh kepada adik sang mantan.
“Karena cantik,” ujar RN saat ditanya alasannya memilih YL.
Tanpa ragu, ia pun memberanikan diri meminang YL, gadis kelahiran 13 Juli 2011.
Kini, di usianya yang baru 16 tahun, RN telah memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ia bekerja serabutan demi menghidupi istri sekaligus neneknya yang sudah renta.
“Pernah sehari dapat paling banyak Rp500 ribu,” ujar RN saat menceritakan penghasilannya dari menjual tembakau, bawang dari Sembalun, hingga mengumpulkan barang rongsokan dengan mobil pikap pamannya.
Baca Juga: Viral Pernikahan Anak di Lombok Tengah: Tradisi, Kontroversi, dan Risiko Masa Depan
RN mengaku tidak lagi melanjutkan sekolah setelah terlibat perkelahian dengan teman sekelas. Bahkan, ia sempat dilempar barang oleh petugas keamanan sekolah.
Saat ditanya soal kelanjutan pendidikan dirinya maupun YL, RN memilih bungkam. Ia hanya menyampaikan bahwa orang tua YL berharap ada pendampingan psikologis untuk mereka.
Pernikahan Anak yang Viral: Joget, Marah, dan Jaran Kamput
Viralnya pernikahan ini tidak lepas dari unggahan video iring-iringan Nyongkolan yang diiringi Gendang Beleq, musik Kecimol, dan jaran kamput (kuda-kudaan khas Sasak) di media sosial. Video yang diunggah akun Facebook @Diyok Stars itu bahkan telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali.
Dalam video tersebut, aksi pengantin perempuan yang berjoget dan terlihat marah-marah menyita perhatian publik.
Kades: Pernikahan Ini Sudah Dua Kali Dicegah
Kepala Desa Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja, membenarkan bahwa RN adalah warganya. Ia mengungkap, pernikahan ini merupakan usaha kedua dari pasangan tersebut setelah yang pertama berhasil digagalkan.
“Tiga minggu sebelum viral, mereka sudah mencoba menikah lewat kawin culik. Kami upayakan pembelasan, dan berhasil. Tapi akhirnya, mereka kabur ke Sumbawa selama dua hari dua malam,” jelasnya.
Lalu Januarsa mengatakan pihak keluarga perempuan menolak memulangkan YL setelah dibawa kabur. Dari situlah akhirnya pernikahan ini disahkan dengan adat.
“Kami sudah dua kali mencoba membubarkan, tapi keduanya tidak mau. Pemerintah desa juga akhirnya menyerah. Kami sudah berusaha karena ini anak-anak di bawah umur,” lanjutnya.
Desakan dari Keluarga untuk Gelar Nyongkolan Meriah
Meski pemerintah desa telah memperingatkan agar tidak menggunakan alat musik saat Nyongkolan, keluarga kedua belah pihak bersikeras menggelar secara meriah.
“Orang tuanya juga yang ngotot, baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. Mereka minta tetap pakai Gendang Beleq,” kata Kades Sukaraja.[]




















