KETIKKABAR.com – Bareskrim Polri resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam pernyataan resminya, Brigjen Johandani Rahardjo Puro menegaskan bahwa hasil laboratorium forensik menyatakan ijazah Jokowi adalah asli.
Namun, tak semua pihak puas. Pengamat politik Rocky Gerung menyebut bahwa pengumuman polisi tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.
Dalam sebuah diskusi tajam bersama jurnalis senior Hersubeno Arief, Rocky menilai persoalan bukan sekadar pada fisik dokumen, melainkan pada legalitas dan prosedur perolehannya.
“Yang dinyatakan asli itu adalah kertasnya. Tapi yang dipersoalkan adalah siapa pemilik sahnya dan bagaimana cara dokumen itu diperoleh,” ujar Rocky dalam kanal YouTube resminya, Sabtu (24/5/2025).
Ia menyampaikan analogi mengejutkan:
“Saya mencuri barang, lalu dibuktikan barang itu asli. Tapi tetap saja saya mencuri. Nah, itu inti masalahnya.”
Kenapa Baru Sekarang?
Rocky juga mempertanyakan mengapa Jokowi baru menampilkan dokumen ijazah tersebut setelah masa jabatannya usai, padahal isu ini telah mencuat dua tahun terakhir.
“Pak Jokowi justru yang bisa disebut mensponsori kehebohan ini karena menunda-nunda memperlihatkan dokumen,” tegasnya.
Ia menilai bahwa pengumuman resmi dari kepolisian tidak cukup menghentikan polemik, karena opini publik sudah terlanjur berkembang.
Menurutnya, satu-satunya cara meredam keraguan adalah pengujian di pengadilan.
“Laboratorium bilang itu asli, oke. Tapi sidang pengadilan tidak bisa langsung percaya tanpa memeriksa prosedur dan mendengarkan saksi.”
Transparansi Jadi Kunci
Rocky mendesak agar proses ini dibuka secara transparan dan ilmiah, bahkan bila perlu, dengan analisis forensik dari laboratorium independen.
“Ini bukan akhir cerita. Ini justru pengantar agar kasus ini dibuka di pengadilan,” tutupnya.[]









