KETIKKABAR.com – Setelah berbulan-bulan menjadi bahan ghibah politik nasional, ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya lulus juga dari ujian publik, bukan lewat sidang skripsi ulang, tapi lewat forensik Bareskrim.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang lebih serius dari laporan cuaca, Bareskrim Polri menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli, utuh, dan bukan hasil editan aplikasi Canva.
“Sudah diuji laboratoris dan identik dengan ijazah teman-temannya di Fakultas Kehutanan,” tegas Brigjen Pol Djuhandhani, yang tampaknya kini layak diberi gelar kehormatan: Ahli Ijazah Nasional.
Akademisi Turun Gunung, Akhir dari Drama Scanner Ijazah
Prof. Marcus Priyo Gunarto dari UGM pun ikut angkat suara, memastikan bahwa dalam sistem hukum, yang berhak menentukan keabsahan dokumen adalah otoritas resmi, bukan akun X dengan 38 followers dan teori konspirasi berbumbu editing ala sinetron.
“Kalau masih ngotot bilang palsu, silakan hadapi aparat. Negara kita bukan forum debat komentar YouTube,” ujarnya, dengan intonasi hukum yang dingin namun penuh kasih.
TPUA dan Pertanyaan Tak Kunjung Usai
Namun sayangnya, sebagian masyarakat belum puas. Ada yang tetap bertanya-tanya: “Kalau ijazahnya asli, kenapa dulu rambutnya lurus? Dan kenapa fotonya hitam putih?”
Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang sempat menggugat Jokowi ke pengadilan karena dugaan ijazah palsu, menilai penyelidikan dihentikan terlalu cepat.
Mereka ingin lebih banyak pihak diundang, lebih banyak scanner digunakan, dan kalau bisa, skripsi Jokowi diujikan ulang secara live di TV nasional.
Ijazah Sudah Sah, Tapi Netizen Tetap Tajam
Di media sosial, reaksi pun beragam. Sebagian warganet menyambut kabar ini dengan lega, lainnya tetap menyimpan kecurigaan dalam hati—karena katanya, “kecurigaan adalah hak warga negara dalam demokrasi algoritma.”
“Ijazah udah sah. Sekarang tolong sahkan juga harga cabai,” tulis netizen pedas.
“Nanti kartu vaksin juga dicek, kali aja ada barcode Illuminati,” celetuk akun satir lainnya.[]











