KETIKKABAR.com – Belakangan ini, warganet dihebohkan oleh pernyataan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, yang menyinggung Ketua Umum GRIB, Hercules.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pengacara ternama asal Medan, Razman Nasution, yang balik menyerang Gatot dengan komentar pedas.
Gatot Nurmantyo menunjukkan kemarahannya setelah Hercules menghina Sutiyoso dengan sebutan “bau tanah”, menilai sikap Hercules sebagai kurang ajar dan tidak tahu diri.
Meski demikian, Hercules menyatakan tidak takut pada Gatot, meskipun ia sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Sutiyoso dan keluarganya.
Menanggapi konflik tersebut, Razman Nasution, yang juga Juru Bicara dan Kabid Komunikasi Publik/Humas DPP GRIB Jaya, turut membela Hercules. Ia memberikan peringatan keras kepada Gatot Nurmantyo dan, melalui unggahan Instagram-nya, Razman menyinggung pernyataan Gatot yang menyentil soal ormas preman.
“Pak Gatot mengatakan ormas preman, preman ormas, ormas itu kan banyak,” kata Razman dikutip tvOnenews.com, pada Minggu (4/5/2025).
Selain itu, Razman mengungkapkan bahwa sejumlah ormas yang ada di Indonesia. Di mana kata dia, ada lebih 500 ribu ormas yang berbada hukum.
“Pertanyaannya kalua ormas ini melakukan kejahatan oknumnya apakah ormasnya dibubarkan? nggak dong,” ucap Razman.
Lalu, Razman menjabarkan hal-hal yang dilakukan ormas untuk negara ini.
Sebagai contoh, dia menyebutkan, kalua ormas ikut berjaga pada saat perayaan besar di Indonesia.
“Jadi maksud saya, jangan sudah purna rasa-rasa tidak purna. Itu yang bisa yang saya katakana,” ujarnya
Sebelumnya diberitakan, Gatot menyebutkan, “Saya sudah dua bulan lebih puasa bicara, tapi begitu soal Hercules, ini kurang ajar nih orang. Tidak tahu diri. Dia merasa paling hebat.”
Selain mengecam, Gatot juga mengungkit masa lalu Hercules sebagai mantan Tenaga Bantuan Operasi (TBO) dan menyebut bahwa keberadaan Hercules di Jakarta tak lepas dari bantuan para purnawirawan TNI.
“Ingat, kau dulu TBO. Bisa ke Jakarta juga karena bantuan purnawirawan. Tapi sekarang bicara seenaknya. Tidak sopan,” ujarnya.[]










