KETIKKABAR.com, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak umat Buddha bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Ajakan tersebut disampaikan saat Kapolda Aceh bersilaturahmi dengan pengurus yayasan dan umat Buddha di Vihara Dharma Bhakti, Banda Aceh, Minggu (1/11/2026).
Kunjungan itu sekaligus menjadi upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Aceh.
Dalam kunjungan tersebut, Ruddi didampingi Dirintelkam Polda Aceh, Dirtahti Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, dan Kapolresta Banda Aceh.
Kedatangan rombongan disambut Iswar selaku pemilik yayasan, Fajar Saputra selaku Ketua Vihara Umat Buddha/MBI, Herma selaku pembina vihara, serta sejumlah pengurus dan umat Buddha.
Dalam pertemuan itu, pengurus Vihara Dharma Bhakti menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Aceh terhadap kehidupan umat Buddha serta kegiatan keagamaan di Banda Aceh.
Mereka juga mengungkapkan bahwa hubungan dengan kepolisian selama ini berjalan baik. Salah satu bentuk kerja sama tersebut terlihat saat pelaksanaan vaksinasi massal sebanyak dua kali di lingkungan vihara selama pandemi COVID-19 dengan dukungan Polda Aceh.
Selain itu, Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, hingga jajaran Polsek selama ini turut membantu pengamanan berbagai kegiatan keagamaan, terutama saat perayaan hari besar umat Buddha. Dukungan tersebut membuat umat merasa lebih aman dan nyaman saat menjalankan ibadah.
Menanggapi hal itu, Kapolda Aceh berterima kasih atas sambutan dari pengurus yayasan dan umat Buddha. Ia mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk membangun komunikasi terbuka dan memperkuat kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat.
“Tagline kami adalah Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, polisi harus selalu dekat dengan masyarakat. Kami ingin Polri dan masyarakat berjalan berdampingan, saling mendukung, sehingga kehadiran polisi benar-benar dapat memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat,” ujar Kapolda.
Ruddi juga meminta masyarakat tidak segan menyampaikan saran, masukan, maupun informasi mengenai pelaksanaan tugas kepolisian. Termasuk apabila menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri.
“Jika ada anggota kami yang melakukan pelanggaran atau menyalahgunakan kewenangan dalam bertugas, silakan sampaikan kepada kami. Setiap laporan dan informasi akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Kami ingin Polda Aceh terus berbenah dan menjadi institusi yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain soal pelayanan kepolisian, Kapolda turut menyoroti persoalan peredaran narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam mencegah dan memberantas peredaran barang terlarang tersebut.
Menurut Ruddi, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dukungan masyarakat, terutama melalui informasi mengenai penyalahgunaan dan peredaran narkotika, sangat diperlukan untuk membantu upaya pencegahan maupun pengungkapan jaringan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan jumlah personel yang ada, tentu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Karena itu, kami mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menegaskan bahwa Polda Aceh telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pengamanan terhadap kegiatan keagamaan di berbagai tempat ibadah, mulai dari masjid, gereja, vihara, hingga tempat ibadah lainnya.
Ia meminta pengurus vihara yang akan menggelar kegiatan keagamaan untuk berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Dengan demikian, pengamanan dapat dipersiapkan sehingga umat bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, pengurus Vihara Dharma Bhakti turut menjelaskan sejumlah kegiatan pembinaan generasi muda yang dilaksanakan di lingkungan vihara. Kegiatan tersebut meliputi pembinaan keagamaan dan olahraga untuk membangun karakter serta mengarahkan anak-anak muda pada aktivitas positif.
Pengurus juga menyampaikan bahwa kehidupan umat Buddha di sejumlah wilayah Aceh, seperti Banda Aceh, Sabang, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Kuala Simpang, dan Meulaboh, selama ini berlangsung dengan baik.
Menurut mereka, sinergi antara masyarakat, TNI, dan Polri ikut menjaga kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.
Melalui kunjungan tersebut, Kapolda Aceh berharap hubungan Polri dengan umat Buddha semakin erat. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, memperkuat toleransi, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Aceh. []











