Daerah

Kapolda Aceh Ajak Jemaat Gereja Methodist Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan

KETIKKABAR.com, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan,S.I.K., S.H.,M.H mengajak masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama dan menangkal penyebaran hoaks di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Minggu Kasih bersama sekitar 100 jemaat Gereja Methodist Indonesia di Banda Aceh, pada Minggu, 25/10/2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh diwakili Kepala Biro Logistik Polda Aceh Komisaris Besar Aldinar R. J. Hanter Manurung. Ia menyampaikan pesan Kapolda mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta membangun kerukunan di tengah keberagaman.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB itu turut dihadiri Pendeta Megi selaku pemimpin ibadah, Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Aceh beserta staf, Kapolresta Banda Aceh Komisaris Besar Teguh Priyambodo Nugroho, Kapolsek Kuta Alam, dan sejumlah personel kepolisian.

Dalam sambutan yang dibacakan Aldinar, Kapolda Aceh mengapresiasi pelaksanaan Minggu Kasih sebagai sarana mempererat silaturahmi dan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Hubungan yang harmonis antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

BACA JUGA:  Jumat Keliling, Kapolda Aceh Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Jamaah

Kapolda juga mengingatkan jemaat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hoaks di media sosial, terutama yang berkaitan dengan agama dan identitas kelompok, berpotensi memicu kesalahpahaman, keresahan, hingga mengganggu kerukunan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta menerapkan prinsip saring sebelum berbagi informasi, memeriksa kebenaran berita, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial.

Selain menangkal hoaks, jemaat diajak memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai.

Pesan tersebut juga mencakup pentingnya saling menghormati dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan. Tokoh agama dan masyarakat diharapkan menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Tanam Pohon Bersama Warga, Dorong Green Policing Berkelanjutan

Kapolda Aceh menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan kepolisian sendiri. Partisipasi masyarakat dari berbagai agama dan latar belakang diperlukan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh Komisaris Besar Joko Krisdiyanto mengatakan, kegiatan Minggu Kasih sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Program tersebut menekankan kedekatan, komunikasi, dan kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan.

Menurut Joko, kehadiran polisi dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk pendekatan humanis untuk memperkuat kemitraan, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan lingkungan.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polda Aceh berharap toleransi antarumat beragama, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan semakin meningkat. []

TERKAIT LAINNYA