KETIKKABAR.com, Sinabang — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Simeulue menitipkan sejumlah harapan kepada Nasir Nurdin yang kembali maju sebagai kandidat Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.
Aspirasi itu mencakup penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyediaan fasilitas penginapan bagi anggota di Banda Aceh, hingga keberlanjutan program organisasi dan jaminan sosial bagi wartawan.
Harapan tersebut disampaikan saat Nasir Nurdin bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota PWI Simeulue pada 20–21 Oktober 2026. Nasir merupakan bakal calon Ketua PWI Aceh yang akan mengikuti Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh pada 20–22 November 2026.
Nasir tiba di Kabupaten Simeulue, yang dikenal dengan julukan Bumi Ate Fulawan, pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Ia disambut Ketua PWI Simeulue, Firnalis, bersama jajaran pengurus dan belasan anggota di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kota Batu, Kecamatan Simeulue Timur.
Nasir menempuh perjalanan laut lebih dari 12 jam menggunakan KMP Aceh Hebat 2 dari Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Dalam kunjungan dua hari itu, ia didampingi staf pribadinya, Syahrul Ramadhan, dan Ketua PWI Aceh Utara, Abdul Halim.
“Selamat datang di Simeulue, pulau berjuluk hati emas,” kata Firnalis didampingi pengurus dan belasan anggota.
Dalam pertemuan sambil ngopi bareng di sebuah warung kopi di Sinabang, pengurus PWI Simeulue mengapresiasi sejumlah capaian organisasi selama hampir lima tahun terakhir, terutama pemulihan kepercayaan mitra kerja dan anggota.
“Menurut kami, salah satu capaian terbesar adalah terbangunnya kembali trust (kepercayaan) mitra kerja dan kalangan internal. Ini yang kemudian membuat denyut organisasi bisa berjalan baik dan minat pekerja pers untuk menjadi anggota PWI terus bertambah,” kata seorang pengurus PWI Simeulue dalam pertemuan sambil ngopi bareng di sebuah warkop di Sinabang.
Di balik apresiasi tersebut, pengurus PWI Simeulue berharap kepengurusan PWI Aceh ke depan lebih memperhatikan kebutuhan wartawan di wilayah kepulauan yang memiliki dinamika tersendiri.
“Peran Pengurus PWI Aceh untuk menjembatani penguatan kolaborasi organisasi dengan Pemkab Simeulue dan mitra kerja lainnya sangat kami harapkan. Ini harus kita lakukan secara berkala, baik di Simeulue atau di Banda Aceh,” kata Ketua PWI Simeulue.
Selain penguatan kemitraan, PWI Simeulue mengusulkan agar Kantor PWI Aceh di Banda Aceh dilengkapi mess atau fasilitas kamar bagi anggota dari kabupaten dan kota yang memiliki urusan di ibu kota provinsi.
“Jika rumah besar kita (Kantor PWI) bisa dilengkapi dengan fasilitas itu, tentu akan sangat membantu dari segi pengeluaran wartawan yang sangat pas-pasan,” lanjut Firnalis diamini bendaharanya, Al-Ashab.
Pengurus PWI Simeulue mengakui bahwa mengelola organisasi sebesar PWI bukan pekerjaan mudah, terlebih tanpa kekompakan seluruh unsur kepengurusan.
Dalam pandangan kami, kata Firnalis, Pengurus PWI Aceh telah banyak melakukan perubahan seperti di bidang organisasi/keanggotaan, hubungan kemitraan antarlembaga, pembelaan wartawan, pendidikan, kesra, dan lainnya.
“Semoga berbagai capaian itu bisa terus dilanjutkan, termasuk terus memperkuat koordinasi provinsi dengan kabupaten/kota,” tandas Pengurus PWI Simeulue.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nasir Nurdin mengapresiasi saran dan harapan pengurus PWI Simeulue jika dirinya kembali dipercaya memimpin PWI Aceh untuk periode 2026–2031.
“Apa yang telah kami lakukan pada periode pertama ini diharapkan menjadi pondasi untuk keberlanjutan. Kita sudah punya arah yang jelas, tidak lagi meraba-raba. Kalau ada yang belum selesai atau ada program baru sesuai bidang, jika itu memang urgen, akan kita prioritaskan,” kata Nasir Nurdin.
Nasir menyebut sejumlah program yang perlu dilanjutkan, antara lain penguatan kapasitas anggota melalui pendidikan, pengembangan basis data organisasi berbasis digital, serta memastikan Koperasi PWI Aceh (Tinta Emas) berjalan sebagai sumber pendapatan organisasi dan anggota.
Ia juga menyampaikan rencana program baru berupa jaminan sosial bagi wartawan dan keluarga mereka melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Program baru yang diharapkan bisa kita wujudkan ke depan adalah jaminan sosial bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang mempertanggunggungkan wartawan dan keluarganya. Kita sudah diskusikan contoh program ini dengan PWI Sumut,” kata Nasir Nurdin.
Aspirasi PWI Simeulue dan program yang disampaikan Nasir tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai arah kepemimpinan PWI Aceh menjelang Konferprov XIII pada 20–22 November 2026. []











