Politik

PSI Sebut Putusan MK soal Ijazah Gibran Tak akan Berlanjut ke DPR

KETIKKABAR.com, Jakarta — Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meyakini putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak akan berlanjut di DPR.

Ia menilai MK hanya melakukan atraksi politik karena putusan tersebut secara tegas menolak gugatan yang diajukan Denny Indrayana dan kawan-kawan.

“Kalau saya bilang itu atraksi politik Mahkamah Konstitusi. Sesuatu hal yang sejak awal diketahui bahwa yang bersangkutan tidak punya legal standing, tapi masih kegenitan untuk masuk melakukan pemeriksaan hal-hal yang pada akhirnya membuat kegaduhan,” kata Ahmad Ali ditemui di kantor DPP PSI, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut dia, meski pertimbangan putusan menyebutkan tidak ditemukan ijazah SMA sederajat Gibran, amar putusan MK secara tegas menolak gugatan tersebut.

“Kalau ditolak, apa yang bisa diambil dari situ? Kalau orang tersebut tidak memiliki legal standing untuk menggugat, apa yang bisa diambil dari putusan itu?” tegasnya.

BACA JUGA:  Gerindra Klaim Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan Hasil Pencitraan

Karena itu, Ahmad Ali meyakini DPR tidak akan menindaklanjuti putusan MK tersebut. Sebab, menurut dia, MK pada dasarnya menolak gugatan yang diajukan.

“Apa yang mau dijalankan di DPR kalau tidak ada putusan? Pengadilan tidak memutuskan apa-apa, gugatannya ditolak,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Gibran memang tidak mengenyam pendidikan SMA. Sebab, pendidikan di luar negeri diklaim tidak mengenal SMA.

Namun, Ahmad Ali menegaskan bahwa Gibran tidak mungkin bisa menempuh pendidikan tinggi jika tidak melewati proses pendidikan yang berjenjang.

“Masa integritas universitas di Singapura, di Australia kalah daripada universitas di Indonesia? Mereka menerima murid yang tidak memenuhi persyaratan?” ucapnya.

“Kalau seandainya Gibran tidak memiliki pendidikan yang setara seperti yang dituduhkan, kok universitas di Singapura mau menerima dia?” tambahnya.

BACA JUGA:  Survei Celios Soroti Penilaian terhadap Bahlil dan Raja Juli dalam Evaluasi Kabinet Prabowo

Lebih lanjut, Ahmad Ali memastikan pendidikan yang ditempuh Gibran di luar negeri sangat berintegritas dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.

“Apakah kita ingin mengatakan universitas tempat Gibran sekolah itu tidak punya integritas? Jauh lebih berintegritas universitas di Indonesia? Saya pikir tidak juga. Ini bisa memicu ketersinggungan dua negara menurut saya,” pungkasnya. []

TERKAIT LAINNYA