Olahraga

Empat Suporter PSS Tewas dalam Kecelakaan di Tol Madiun, Peter Huistra Berduka

KETIKKABAR.com, Jakarta — Pelatih PSS Sleman Peter Huistra menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat suporter Super Elang Jawa dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Madiun KM 616 arah Surabaya, Minggu, 18 Oktober 2026.

Keempat suporter tersebut sedang dalam perjalanan untuk menyaksikan pertandingan PSS melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Empat suporter PSS itu hendak mendukung tim kesayangannya dalam laga pekan kelima Super League. Namun, perjalanan mereka berakhir tragis setelah mengalami kecelakaan yang menewaskan empat orang.

Huistra mengaku sedih mendengar kabar tersebut setelah pertandingan Persebaya melawan PSS berakhir imbang 2-2. Ia menyampaikan simpati kepada keluarga korban sekaligus berharap kejadian serupa tidak terulang.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kami sangat sedih dengan kejadian ini dan berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Huistra dikutip dari Antara.

BACA JUGA:  Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Berpaspor Indonesia Pertama Tampil di Liga Champions

Ungkapan duka juga disampaikan kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi. Ia mengingatkan seluruh suporter sepak bola di Indonesia agar lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan menuju stadion untuk mendukung tim kesayangan.

“Kami turut berbelasungkawa. Untuk seluruh suporter Indonesia, baik pendukung PSS maupun Bonek dan Bonita, agar lebih berhati-hati selama perjalanan karena apa pun itu tidak sebanding dengan nyawa,” ujar Ernando.

PSS Nyaris Menang, Persebaya Selamat dari Kekalahan

Di tengah kabar duka tersebut, pertandingan Persebaya melawan PSS berakhir dengan skor 2-2. PSS nyaris membawa pulang tiga poin setelah unggul 2-1 hingga menit ke-90.

Tim tamu membuka keunggulan melalui gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-9. Persebaya kemudian menyamakan kedudukan lewat Miguel Pereira pada menit ke-36.

PSS kembali memimpin setelah Hiromu Tanaka mencetak gol pada menit ke-61. Namun, kemenangan tim tamu buyar ketika Miguel Pereira mencetak gol keduanya pada menit ke-90+1.

Hasil imbang itu membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, kecewa. Ia menilai para pemain telah menunjukkan sikap yang baik, tetapi timnya seharusnya bisa meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

BACA JUGA:  Fajar/Fikri Tumbangkan Dua Ganda Denmark, Melaju ke Perempat Final Denmark Open 2026

“Menurut saya, para pemain sudah menunjukkan sikap yang bagus, tetapi saya frustrasi dengan hasil ini karena Bonek dan Bonita layak mendapatkan tiga poin, begitu juga para pemain,” ucap Tavares.

Ia menegaskan bahwa efektivitas dalam mencetak gol dan menjaga pertahanan menjadi faktor penting untuk meraih kemenangan.

“Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang untuk menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” tutur Tavares menambahkan. []

TERKAIT LAINNYA